Apakah lo sering bertanya-tanya arti cinta yang sebenarnya? Setiap dari lo bisa dibilang pernah mengalami yang namanya jatuh cinta dengan seseorang. Alasannya lo jatuh cinta pun mungkin beragam, entah karena parasnya yang menawan, sampai kepribadiannya yang menarik. Berbagai cara pun mungkin akhirnya lo tempuh untuk mengejar sang pujaan hati. Dengan harapan, orang yang lo cintai dapat membalas perasaan cinta lo itu.

Namun, ada kalanya harapan tersebut gak sesuai dengan realitas yang lo terima. Salah satunya melalui ditolaknya perasaan cinta lo oleh sang pujaan hati, alias cinta tak berbalas. Alasan lo ditolak mungkin beragam, mulai dari ia belum siap menjalani hubungan, sampai sebatas ia gak merasakan hal yang sama seperti diri lo. Dari situ, akhirnya lo mungkin merasa sedih dan kecewa karena ditolak oleh sang pujaan hati.

Akibatnya, mungkin lo jadi berpikir, “Kenapa ya kok gue bisa merasa cinta banget sama dia? Padahal, dia sama sekali gak cinta sama gue.” Dari situ, lo pun bertanya dengan diri sendiri, “Sebenarnya apa sih arti cinta bagi diri gue?” Pertanyaan itu mungkin terus menghantui diri lo, yang dapat mengganggu produktivitas lo sehari-hari sob!

Nah, wajar aja kok sob kalo lo pernah berpikir begitu. Butuh waktu bagi setiap dari lo untuk menemukan arti cinta sebenarnya. Maka dari itu, di tulisan ini gue bakal mencoba jelasin apa arti cinta berdasarkan Sternberg's Triangular Theory of Love. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Mengenal Apa Arti Cinta

Istilah cinta mungkin udah gak asing bagi lo ketika mendengarnya. Tentu setiap dari lo bisa dibilang memiliki pemaknaannya tersendiri dalam mendefinisikan cinta. Salah satunya disebabkan oleh pengalaman yang berbeda-beda dalam menjalani cinta. Oleh sebab itu, pemaknaan cinta merupakan sesuatu yang relatif bagi setiap orang.

Namun, secara umum cinta diartikan sebagai perasaan kasih sayang yang dimiliki seseorang dalam menjalin suatu hubungan. Hal itu dapat berupa perasaan ingin menguatkan, melindungi, serta tumbuh ke arah yang lebih baik. Tentunya cinta dapat ditemui dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari dengan teman, keluarga, sampai sang pujaan hati.

Cinta bisa dibilang memiliki banyak wajah dalam berkehidupan sehari-hari. Ada yang berupa ucapan secara langsung, namun ada juga yang tidak. Ucapan langsung mungkin udah sering lo dengar, seperti “i love you” kepada pasangan. Namun, ucapan tidak langsung dapat berupa ucapan “hati-hati di jalan”, “jangan terlalu banyak merokok”, sampai “istirahat yang cukup ya”.

Arti Cinta? Ketahui Komponen Cinta Terlebih Dahulu

Nah, Psikolog Robert Sternberg, menciptakan sebuah teori bernama Triangular Theory of Love. Ia membagi cinta menjadi tiga komponen. Di antaranya:

1. Intimacy

Intimacy merupakan tingkat kedekatan diri lo dengan seseorang dalam suatu hubungan. Hal itu melibatkan kedekatan, keterhubungan, serta keterkaitan yang lo berdua miliki. Komponen ini biasanya dibentuk melalui seberapa besar rasa percaya, perhatian, serta komunikasi yang baik dalam suatu hubungan. Oleh sebab itu, intimacy dibutuhkan untuk menjaga kedekatan antara diri lo dengan pasangan dalam berhubungan sob!

2. Passion

Passion diartikan sebagai seberapa besar rasa suka yang lo miliki terhadap seseorang dalam hubungan, seperti ketertarikan secara fisik, maupun kepribadian. Hal ini ditunjukkan salah satunya melalui seberapa butuh diri lo akan kehadiran seseorang.

3. Commitment

Commitment merupakan salah satu komponen yang bersifat dua arah dalam suatu hubungan. Ini merupakan hal yang penting untuk dimiliki, sebab sebagai usaha untuk menjaga keberlanjutan hubungan. Biasanya, commitment ditunjukkan melalui menjaga kepercayaan, perasaan, serta tanggung jawab yang ada. Maka dari itu, penting untuk menjaga hal itu, guna menjaga keberlanjutan hubungan lo dan pasangan sob!

Tipe Cinta dalam Menjalani Hubungan

arti cinta
Photo by Pablo Merchan Montes on Unsplash

Sampai sini, mungkin lo bakal mikir, “Bisa gak ya gue ngomong “i love you” sama seseorang kalo salah satu komponennya ada yang kurang?” Jawabannya, ya bisa saja, tetapi cinta yang yang lo miliki mungkin gak sekuat itu. Maka dari itu, terdapat tipe cinta dari tiga komponen cinta Sternberg dalam menjalani hubungan. Di antaranya:

1. Friendship

Friendship terjadi ketika lo hanya memiliki komponen intimacy, atau sebatas dekat dengan orang lain dalam suatu hubungan. Ini ditunjukkan melalui intensitas waktu yang lo habiskan dengan seseorang. Akan tetapi, lo gak memiliki passion serta commitment dalam menjalani hubungan tersebut. Nah, salah satu contoh dari friendship adalah hubungan persahabatan.

2. Infatuation

Infatuation ditandai ketika lo memiliki komponen passion, atau rasa suka terhadap orang lain. Rasa suka tersebut dapat berupa ketertarikan secara fisik, maupun kepribadian. Namun, dalam tipe ini, lo gak memiliki komponen intimacy serta commitment dalam menjalani hubungan. Alhasil, rasa cinta lo hanya didasarkan melalui ketertarikan saja sob!

3. Empty Love

Empty love terjadi ketika hanya terdapat komponen commitment, atau usaha untuk menjaga keberlanjutan hubungan. Tipe cinta satu ini biasanya terjadi dalam suatu hubungan pernikahan yang dipaksakan oleh orang tua. Dari situ, gak ada komponen intimacy dan passion dalam proses hubungannya. Alhasil, rasa cinta yang ada hanya didasari oleh commitment saja sob!

4. Romantic Love

Romantic love merupakan tipe cinta yang didasari oleh intimacy dan passion dalam menjalani hubungan. Akan tetapi, tipe ini tidak memiliki komponen commitment dalam pelaksanaannya, seperti usaha untuk mempertahankan hubungan. Tujuannya adalah guna mengenali satu sama lain lebih dalam, sebelum memutuskan untuk menjalani hubungan lebih lanjut sob!

5. Companionate Love

Tipe cinta satu ini merupakan gabungan dari komponen intimacy dan commitment, tanpa dalam menjalani suatu hubungan. Misalnya, hubungan yang dialami oleh sudah berusia lansia, yang mungkin udah berkurang passion nya. Hubungan itu bertujuan untuk mendampingi satu sama lain dalam berkehidupan sehari-hari. Alhasil, tipe cinta ini gak lagi didasari oleh hasrat seksual di dalamnya sob!

6. Foolish Love

Tipe cinta satu ini disebut sebagai cinta bodoh, sebab hanya terdapat passion serta commitment dalam menjalani hubungan. Misalnya, hubungan yang memiliki

7. Consummate Love

Consummate love merupakan gabungan dari ketiga komponen cinta intimacy, passion, dan commitment. Tipe ini bisa dikatakan sebagai cinta yang ideal dalam suatu hubungan, karena lo dapat menyeimbangkan ketiga komponen tersebut. Alhasil, hubungan yang dihasilkan pun dapat dikatakan sebagai healthy relationship, alias hubungan yang sehat.

Cara Membentuk Cinta yang Ideal (Consummate Love)

Nah, psikolog asal Amerika Serikat, Dr. David S. Kantra, berpendapat bahwa intimacy berperan besar dalam pembentukan consummate love. Hal itu bertujuan untuk menjaga rasa nyaman serta aman bagi lo dalam menjalani hubungan. Maka dari itu, ia menjelaskan cara bagi lo untuk meningkatkan intimacy guna membentuk consummate love dalam hubungan. Di antaranya:

1. Menjaga Komunikasi dalam Menjalin Hubungan

Komunikasi merupakan hal yang penting dalam lo menjalani suatu hubungan. Karena seringkali komunikasi yang buruk menyebabkan rasa curiga antara lo dan pasangan. Maka dari itu, lo bisa menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan dalam menjalin hubungan.. Dengan begitu, ini dapat meningkatkan rasa percaya, serta menjaga intimacy yang ada dalam hubungan lo berdua sob!

2. Melihat Diri Sendiri Sebelum Menilai Pasangan

Ada kalanya mungkin lo lebih mudah menemukan kesalahan pasangan ketimbang diri sendiri, entah berupa kebiasaan, sikap, serta kekurangan yang dimiliki oleh dirinya. Padahal, pasangan lo sejatinya merupakan cerminan diri lo dalam menjalani hubungan. Maka dari itu, lo bisa belajar untuk mencoba menilai diri sendiri sebelum menilai pasangan. Dengan begitu, lo dapat menciptakan rasa aman serta meningkatkan intimacy yang kuat antara lo dengan pasangan sob!

3. Jadilah Pendengar yang Baik dalam Hubungan

Mungkin lo pernah merasa malas mendengarkan cerita pasangan. Salah satunya karena ceritanya yang kurang menarik, sehingga lo pun memotong di tengah ia bercerita. Hal itu seringkali mengurangi rasa nyaman pasangan terhadap diri lo. Maka dari itu, lo bisa mencoba jadi pendengar yang baik saat pasangan lo sedang bercerita tentang suatu hal. Alhasil, lo dapat memberikannya rasa nyaman serta menguatkan intimacy lo dengan dirinya sob!

4. Jangan Biarkan Masalah Menjadi Berlarut-larut

Masalah merupakan sesuatu yang gak terpisahkan dalam lo menjalani suatu hubungan. Akan tetapi, seringkali itu dapat memunculkan masalah lainnya jika terus diabaikan. Maka dari itu, lo bisa mencoba segera menyelesaikan masalah yang ada dengan pasangan, baik masalah sepele maupun besar. Hal ini berguna bagi lo untuk menjaga intimacy dalam hubungan lo berdua sob!

5. Sampaikan Kebutuhan Secara Jelas

Ada kalanya mungkin lo merasa gak enak dalam menyampaikan kebutuhan kepada pasangan. Tak jarang itu menimbulkan kesalahpahaman, sehingga membuat hubungan lo berdua menjadi renggang. Maka dari itu, lo bisa mencoba menyampaikan kebutuhan lo secara jelas. Dengan begitu, intimacy lo dengan pasangan dapat tetap terjaga sob!

Ingat, cinta merupakan sesuatu hal yang subjektif, alias balik ke masing individu yang menjalankan. Gue hanya memberikan opsi bagi lo untuk memahami arti cinta melalui Sternberg's Triangular Theory of Love ini. Oleh sebab itu, percayalah bahwa seringkali cinta datang di waktu yang gak lo duga! Harapannya, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan serta pemahaman lo tentang arti cinta ya sob!

Kalo lo merasa bingung dalam menemukan arti cinta, santai aja, lo bisa ikut mentoring Satu Persen. Di dalamnya lo bisa menceritakan kesulitan lo tersebut bersama mentor-mentor yang terlatih. Lo bisa ikut mentoring dengan ngeklik tulisan ini.

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, lo juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Apa Itu Cinta? (Arti dan Makna Cinta)” di bawah ini. Gue harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Gua Fathan dari Satu Persen, thanks!