Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan merupakan suatu hal yang gak bisa kita hindari. Ditambah kita tinggal di negara yang terdiri dari berbagai ras, suku, sampai agama. Mulai tentang seputar perpolitikan bangsa sampai pandangan tentang suatu hal. Karena itulah, kita perlu menjadi orang yang open minded!

Nah, kenapa sih kok orang-orang bisa punya sudut pandang yang berbeda-beda? Karena dasarnya, setiap orang punya persepsi yang berbeda-beda ketika melihat suatu hal. Kenapa? Karena mereka menerima stimulus atau informasi yang berbeda-beda tiap harinya. Alhasil, dari stimulus tersebut menghasilkan sudut pandang terhadap suatu hal. 

Lo pernah gak sih ngeliat orang yang kalo lagi diskusi merasa paling bener? Kayak kalo ada pendapat yang beda pasti mereka marah. Nah, itu namanya close minded sob! Apa itu? Hal tersebut merupakan suatu sikap untuk menolak pandangan lain selain pendapatnya.
Nah, pada tulisan kali ini gue bakal jelasin lawan kata dari sikap close minded tadi: open minded. Penasaran gimana kelanjutannya? Yuk simak artikel gue kali ini!

Apa Itu Sikap Open Minded

Apa yang ada dipikiran lo pas denger istilah open minded? Orang yang pintar kah? Orang yang bijaksana kah? Orang yang berpikiran terbuka kah?

Nah, open minded sendiri sederhananya merupakan suatu sikap toleran terhadap pendapat orang lain. Lewat apa? Lewat lo mempertimbangkan sudut pandang lain saat lo melihat suatu hal. Tanpa men-judge pandangan mereka.

Menjadi pribadi yang open minded bukan berarti lo harus setuju sama pendapat orang lain. Lewat menghargai dan mempertimbangkan pendapat mereka, lo udah cukup open minded kok. Karena perbedaan merupakan suatu hal wajar seperti yang udah gue jelasin di bagian awal.

Ciri-Ciri Orang yang Open Minded

Banyak orang yang mengaku dia sudah cukup open-minded. Padahal mereka sendiri belum paham apa maksudnya istilah tersebut. Dalam artikel very well mind, dijelaskan bahwa terdapat beberapa ciri orang yang termasuk kategori open-minded, diantaranya: 

1. Ciri pertama, mereka gak butuh pengakuan kalo lo open-minded.

Kenapa? Karena sejatinya orang yang punya sifat tersebut selalu pengen terus belajar dalam hidupnya. Serta gak ada kata cukup bagi mereka buat belajar suatu hal. Selain itu, gak penting buat mereka apakah orang tau kalo mereka open-minded.

Nah, hal ini berlawanan sama orang yang butuh pengakuan tersebut. Mereka mungkin merasa sudah cukup open-minded saat berdiskusi dengan orang lain. Padahal, sejatinya dia cuma butuh pengakuan akan hal tersebut. Nah, jadi itulah ciri pertama dari orang open-minded.

2. Ciri kedua, mereka gak langsung menyimpulkan sesuatu. 

Orang yang open-minded biasanya mencoba melihat sesuatu dari berbagai sisi. Dalam prosesnya, mereka mencoba mengumpulkan fakta sebanyak-banyaknya. Hingga mereka akhirnya menyimpulkan sesuatu dari fakta-fakta tersebut.

Dalam melihat sesuatu, tentu mereka bakal mencoba buat mempertimbangkan pendapat dari orang lain. Mereka juga gak langsung men-judge pendapat orang lain. Karena mereka sadar bahwa tiap orang punya dasar pemikirannya masing-masing.

3. Ciri ketiga, mereka bersikap sewajarnya terhadap suatu hal.

Maksudnya apa sih? Orang yang open-minded biasanya bersikap gak terlalu menyukai serta membenci suatu hal. Mereka percaya bahwa dalam sesuatu pasti ada baik buruknya. Jadi, mereka lebih bersikap sewajarnya ketika melihat sesuatu. Misalnya, lo mungkin mengidolakan boyband asal Depok. Di mata lo, mungkin mereka terlihat sempurna karena suaranya yang sangat indah. Akan tetapi, belakangan ada kabar bahwa boyband tersebut terseret kasus narkoba. Dengan begitu, artinya lo perlu sadar bahwa gak ada satu orang pun yang benar-benar sempurna. Tak terkecuali boyband kesayangan lo tersebut.

4. Ciri keempat, mereka sadar bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin

Kenapa? Karena mereka berpikir bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Ditambah mereka merasa bahwa ilmu yang mereka miliki bagaikan sebutir pasir di padang pasir. Alias masih banyak hal lain yang mungkin mereka belum ketahui.

Contohnya, orang zaman dahulu mungkin mempertanyakan ketika Wright bersaudara ingin menciptakan pesawat terbang. Mereka berpikir mustahil manusia bisa menciptakan alat buat terbang. Tapi, kenyataannya mereka berhasil menciptakan alat tersebut dan dapat bermanfaat bagi banyak orang. Jadi, gak ada hal yang gak mungkin bukan?

5. Terakhir, mereka penasaran sama pendapat orang lain.

Nah, biasanya orang yang open-minded selalu kepo lewat nanyain pendapat orang lain tentang suatu hal. Kenapa? Karena mereka ingin terus belajar lebih tentang suatu hal dalam hidup mereka. Bisa belajar lewat pengalaman pribadi, sampai lewat orang lain.


Contohnya, pas lagi nongkrong sama temen-temen lo sering nanyain opini mereka tentang debat Pilpres 2019. Lo penasaran sebenarnya apa sih pendapat mereka tentang jawaban Pak Jokowi dan Prabowo saat itu. Lo pengen memperluas pandangan lo tentang kedua capres tersebut. Dengan begitu, lo termasuk ciri open-minded yang kelima ini.

Manfaat Bersikap Open Minded

Penting bagi lo buat menjadi orang open minded di zaman yang semakin canggih ini. Kenapa? Karena banyak hal yang bisa lo gali lagi tentang suatu hal. Bisa lewat mbah google, portal berita, sampai blog serta video Satu Persen hehe. Nah, ada beberapa manfaat ketika lo menjadi orang yang open minded, di antaranya:

1. Lo bisa mendapatkan hal-hal baru dalam hidup

Lewat sikap open minded, lo bisa belajar tentang sesuatu yang mungkin belum lo ketahui sebelumnya. Lewat cerita serta pengalaman yang lo dapet dari orang lain misalnya. Lo bisa mendapatkan inspirasi dari apa yang mereka katakan. Yang membantu lo buat nemuin apa yang sebenarnya lo cari dalam hidup ini.

Misalnya, lo lagi pengen ngebangun bisnis. Lo bisa coba ngobrol sama orang yang pernah ngejalanin hal tersebut. Seperti gimana awalnya dia ngebangun sampai ngejalanin bisnisnya. Harapannya, lo bisa menambah ilmu lo buat ngebangun suatu bisnis.

2. Lo bisa belajar buat lebih baik ke depannya

Nah, kenapa gue ngomong begitu? Karena dengan sikap open minded lo bisa belajar dari kesalahan yang lo punya. Di sini lo juga harus sadar bahwa gak ada orang yang sempurna. Semua orang pasti gak luput dari yang namanya kesalahan.

Misalnya, dengan sikap ini lo bisa belajar dari kesalahan malas-malasan lo pas semester sebelumnya. Tapi syaratnya, lo harus jujur dan mengakui kesalahan lo. Dengan situ, lo bisa mulai refleksi diri apa aja yang bisa lo tingkatkan ke depannya.

3. Lo bisa jadi pribadi yang lebih optimis

Lho apa hubungannya emang? Jelas ada dong! Lewat sikap open minded, lo bisa belajar bahwa semua hal gak ada yang gak mungkin. Selama lo melakukan yang terbaik, percaya deh semua hal bisa lo capai. Asal lo betul-betul serius ngelakuinnya.

Contohnya apa? Misalnya besok lo mau ujian nih. Lo ngerasa sudah menyiapkan yang terbaik. Nah, dengan sikap open minded ini lo bakal menjadi pribadi yang optimis buat dapetin nilai bagus saat ujian. Karena semua hal gak ada yang gak mungkin bukan?

Cara Mengasah Sikap Open Minded

Untuk menjadi pribadi yang betul-betul berpikiran terbuka, tentu butuh proses dan waktu yang gak sebentar. Dalam prosesnya, mungkin lo bakal merasa gak nyaman karena harus menerima berbagai kenyataan yang mungkin gak sesuai dengan keinginan lo. Nah, ada beberapa tips buat lo mengasah kemampuan open minded lo, antara lain:

1. Konfirmasi apa yang lo ketahui

Nah, hal ini penting buat lo lakuin. Kenapa? Karena biar informasi yang lo udah dapetin gak salah, alias hoaks. Lo bisa coba konfirmasi kebenaran info yang lo dapet lewat tanya sama orang lain sampai cek di berbagai portal berita. 

Misalnya, lo baru dapat info kalo ngerokok bisa bikin lo lebih sehat. Nah, lo jangan langsung ngerokok abis itu. Lo bisa tanya ke temen lo atau ahli kesehatan, apakah bener kalo ngerokok bisa bikin lo tambah sehat. Dengan begitu, lo bisa memperluas pandangan lo terhadap rokok. 

2. Tanyakan beberapa hal ini kepada diri lo

Lo boleh merasa yakin sama hal yang lo ketahui. Tapi ingat bahwa masih banyak hal yang mungkin lo belum ketahui. Oleh karena itu, lo perlu tanyain  beberapa pertanyaan pas lo tahu sesuatu, seperti:

  • Seberapa jauh lo tau tentang topik ini?
  • Seberapa bisa dipercaya sumbernya?
  • Apa lo udah mempertimbangkan pendapat lainnya?
  • Apa ada hal lain yang mempengaruhi pikiran lo?

Nah, pertanyaan tersebut berguna buat memperdalam keyakinan lo atas sesuatu hal yang lo ketahui. Kalo misalnya lo masih belum yakin, lo bisa konfirmasi lagi kayak yang gue sebutin sebelumnya. Pastinya pertanyaan itu bisa buat menambah wawasan lo juga! 

3. Berilah waktu

Lo pasti pernah gak setuju sama pendapat orang lain. Dan itu hal yang sah-sah aja. Karena lo gak bisa maksain diri lo buat setuju dengan segala hal. Tapi tentu lo tetep perlu mendengarkan serta mempertimbangkan pendapat mereka.

Kenapa? Karena belum tentu pendapat lo benar. Ada kalanya lo harus belajar mendengarkan orang lain. Lo juga bisa belajar buat gak langsung menilai pendapat mereka. Berilah waktu buat diri lo memikirkan perkataan mereka.

4. Bersikaplah rendah hati

Lo bisa untuk mencoba tetap rendah hati saat telah merasa menguasai suatu hal. Jangan langsung merendahkan orang lain. Karena bisa jadi orang lain mengetahui suatu hal yang lo gak ketahui. Tanpa hal ini, lo gak akan bisa buat mempertimbangkan pendapat orang lain dengan baik.

Misalnya, lo merasa ahli dalam ngobrolin soal politik. Lo bisa mencoba tetap bersikap rendah hati sama orang yang mungkin gak ahli di bidang ini. Lo bisa berbagi ilmu lo dengan mereka. Dan tetap mencoba mendengarkan sudut pandang mereka tentang hal tersebut.

Emang gak mudah buat jadi orang yang bener-bener open minded. Butuh waktu serta usaha buat lo memahami sudut pandang orang lain. Tapi percayalah sifat satu ini bakal bermanfaat lo dalam menjalani kehidupan. Kenapa? Karena bakal membuat lo belajar memahami orang lain serta memperluas sudut pandang lo.

CTA-Blog-02

Jangan lupa buat terus pantengin info lewat follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial, dan tonton video Satu Persen tentang “Cara Menjadi Cerdas? (Apa Itu Open Minded?)” di youtube! Jangan lupa buat like, comment, dan subscribe kanal youtube Satu-Persen Indonesian Life School! Gue harap lewat membaca blog ini ini bisa membuat lo berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Gua Fathan dari Satu Persen, thanks!

Referensi

Cherry, Kendra (2019). The Benefits of Being Open-Minded. Retrieved 20 January 2020 from https://www.verywellmind.com/be-more-open-minded-4690673

Smerek, Ryan (2018). Do I Really Have to Be Actively Open-Minded?. Retrieved 20 January 2020 from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/learning-work/201805/do-i-really-have-be-actively-open-minded