Setiap dari kamu bisa dibilang selalu memiliki cara tersendiri dalam menjalani hidup. Mulai dari perihal seputar pendidikan, pekerjaan, sampai keimanan yang kamu miliki. Dari situ, tentu itu kamu semua bebas memilih cara hidup yang diinginkan. Salah satunya dengan menjadi seseorang yang hedon.

Mendengar istilah hedon, mungkin kamu bakal mikir tentang “menghabiskan uang”, “pergi ke klub malam tiap minggunya”, sampai “belanja barang mewah”. Tak jarang pula ketika seseorang bersikap hedon, kamu merasa, “Hedon banget sih jadi orang”. Alhasil, kamu pun berpikir, “Emang orang gak sayang ya buat ngehamburin uangnya?”

Nah, sebenarnya gak salah kok jika kamu berpikir kayak begitu, sebab setiap orang punya pandangannya tersendiri.  Namun, alangkah baiknya jika kamu memahami terlebih dahulu apa makna hedon sebenarnya. Oleh karena itu, aku bakal mencoba menjelaskan apa arti dari itu, dan cara menjadi hedon yang bahagia. Penasaran? Yuk simak sampai habis!

Apa Itu Hedon?

Nah, hedonisme berasal dari Bahasa Yunani, yaitu hedon, yang artinya adalah pleasure, alias kenikmatan. Dari situ, hedonisme diartikan sebagai pandangan bahwa hidup manusia yang sebaik-baiknya adalah hidup dengan penuh kenikmatan, dan menghindari penderitaan. Mulai dari harta yang berlimpah, kegiatan seksual, sampai berbagai jenis hiburan yang ada.

Selain itu, setiap orang bisa dibilang memiliki pemaknaannya tersendiri dalam memandang sikap hedon. Ada yang memandangnya sebagai sesuatu yang positif, namun tak sedikit juga yang memandangnya negatif. Mulai dari sikap YOLO (you only live once), boros, serta konsumtif dalam berkehidupan. Alhasil, banyak orang terutama anak muda saat ini yang memandang perilaku hedon sebagai sesuatu yang negatif.

Hedon dalam Pandangan Epicurus

Nah, Epicurus, filsuf asal Yunani, justru memiliki pandangan yang bertolak belakang dari kebanyakan orang tentang sikap hedon. Itu dikarenakan hidup penuh kenikmatan yang ia maksud bukanlah soal kekayaan, melainkan hidup secukupnya. Epicurus percaya, bahwa kamu gak bakal bahagia jika selalu mengejar kenikmatan terus menerus. Apalagi jika kenikmatannya bersifat materialis, yang bisa dibilang gak ada habisnya.

Misalnya, kamu lagi pergi ke diskotik bersama teman-teman untuk mabuk-mabukan. Emang sih mungkin kamu bakal senang-senang, yang jadi sarana buat melepas penat. Namun, biasanya juga kepalamu bakal pusing banget, dan muntah-muntah setelah dari diskotik. Nah, itulah yang dimaksud Epicurus menghindari penderitaan dalam hidup.

Maka dari itu, Epicurus beranggapan daripada mengejar kenikmatan, lebih baik kamu menghindari penderitaan saja. Selain itu, ia merasa selama kebutuhan dasar terpenuhi, maka kamu udah bisa bahagia dalam hidup. Dari situ, kamu bakal memandang hidup sebagai sesuatu yang sederhana untuk dijalani. Alhasil, kamu bisa hidup dengan secukupnya, dan menjalaninya dengan santai sob!

Selain itu, katanya sih Epicerus cuman punya dua baju dan hidup di desa kecil selama perjalanan hidupnya. Hal itu dianggapnya sebagai sesuatu yang cukup, dan membuatnya bahagia dalam hidup. Oleh sebab itu, kamu bisa belajar dari cara hidup hedon Epicurus, yang mungkin bertolak belakang dengan hidupmu saat ini. Dengan harapan, kamu bisa menjadi seorang hedon yang bahagia dalam hidup sob!

Cara Menjadi Hedon yang Bahagia

Sampai sini, mungkin kamu bakal mikir, “Terus gimana dong cara buat aku jadi hedon yang bahagia dalam hidup?”, “Soalnya aku udah terlanjur memandang sikap hedon sebagai sesuatu negatif”. Tenang aja, kamu masih bisa kok buat belajar menjadi hedon seperti Epicurus, sebab gak ada kata terlambat buat kamu memulai sesuatu. Nah, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjadi hedon yang bahagia. Di antaranya:

1. Menentukan Hal yang Terpenting dalam Hidup

Ada kalanya kamu mengalami dilema dalam menentukan berbagai pilihan yang ada dalam hidup. Entah itu pilihan seputar pendidikan, pekerjaan, sampai keimanan yang dirimu miliki. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba menentukan hal yang kamu anggap penting dalam hidup. Jika Epicurus masih hidup, mungkin beliau bakal ngomong, “Buat apa kamu menjalani hal yang gak penting dalam hidup?” Dengan begitu, kamu bisa menentukan pilihan dengan baik, dan menjadi hedon yang bahagia!

Misalnya, kamu lagi dihadapkan dilema antara melanjutkan studi S2, atau langsung bekerja. Di satu sisi, kamu ingin melanjutkan studi guna memperdalam ilmu yang kamu miliki. Namun, di sisi lain, kamu juga harus menafkahi keluargamu di kampung halaman. Nah, melalui menjadi hedon, kamu bisa mencoba menentukan apa yang menurutmu paling penting dalam hidup. Harapannya, kamu bisa menghadapi dilema itu dengan baik, dan menjadi hedon yang bahagia sob!

2. Fokus Kepada Hal Sederhana dalam Hidup

Tak jarang mungkin kamu memiliki obsesi yang berlebih dalam menjalani kehidupan. Hal itu mungkin dikarenakan tuntutan sosial yang ada, seperti harus menjadi orang kaya. Padahal, kekayaan merupakan suatu hal yang gak ada habisnya, sebab selalu ada yang lebih baik daripada dirimu. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba fokus kepada hal yang sederhana dalam hidup. Dengan begitu, kamu bisa menurunkan obsesi dirimu, dan menjadi hedon yang bahagia!

Misalnya, kamu terobsesi untuk membeli sebuah mobil mewah seperti milik temanmu. Setelah membelinya, ternyata dia telah memiliki mobil baru lagi, yang membuatmu frustasi karena kalah bersaing. Nah, melalui menjadi hedon, kamu bisa memfokuskan diri terhadap hal sederhana dalam hidup. Mulai dari bisa makan minum, memiliki teman, sampai memiliki tempat tinggal yang nyaman. Harapannya, kamu bisa hidup dengan sederhana, dan menjadi hedon yang bahagia sob!

3. Anggap Kematian Sebagai Obat Penderitaan

Kematian bisa dibilang merupakan ketakutan terbesar bagi setiap kamu dalam menjalani hidup. Itu mungkin disebabkan rasa takut kehilangan orang tercinta, sampai harta benda yang telah kamu miliki. Oleh sebab itu, kamu bisa mencoba menganggap hidup sebagai penderitaan, dan kematian sebagai obatnya. Dengan begitu, kamu bisa menghadapi rasa takut akan kematian, dan menjadi hedon yang bahagia deh!

Misalnya, kamu menganggap kematian sebagai ketakutan terbesarmu dalam hidup. Hal itu dikarenakan kamu kepikiran harta benda yang telah diperoleh bakal kemana nantinya.

Nah, melalui menjadi hedon, kamu bisa menganggap kematian sebagai obat penderitaan selama ini. Harapannya, kamu bisa menghadapi rasa takut ini, dan menjadi hedon yang bahagia sob!

4. Kebahagiaan Merupakan Suatu Pola Pikir

Sebagian besar dari kamu mungkin memandang kebahagiaan sebagai sesuatu yang mewah, alias memiliki banyak uang. Tak jarang itu membuatmu merasa gak pernah cukup dengan hal yang kamu miliki. Maka dari itu, kamu bisa mencoba memandang kebahagiaan sebagai suatu pola pikir, bukan standar yang orang lain miliki. Dengan begitu, kamu bisa menjadi hedon yang bahagia dalam hidup deh!

Misalnya, kamu lagi pengen nongkrong sama teman-teman, dan kamu pengennya di coffee shop yang mahal. Alasannya mungkin biar kamu bisa update instastory, dan  dipandang sebagai orang yang “berada” oleh orang lain. Nah, melalui menjadi hedon, kamu bisa menyadari bahwa kebahagiaan gak berasal dari coffee shop yang mahal, melainkan kebersamaan yang kamu rasakan bersama teman-teman. Harapannya, ini bisa meningkatkan taraf kebahagian mu dalam hidup sob!

Perlu diingat, bahwa disini aku gak memaksa kamu semua buat memiliki cara hidup hedon. Aku hanya memberikan opsi untuk memilih cara hidup mana yang pas bagi kamu dalam menjalani hidup. Semoga tulisan ini bisa membantumu dalam memahami cara hidup hedon ya sob!

Kalo kamu merasa sikap hedon kamu jadi menganggu kehidupan kamu, kamu bisa coba meminta bantuan ke Psikolog. Layanan Konseling ini akan 1-on-1 dengan Psikolog. Kamu bisa mendapatkan tes psikologi, juga asesmen pra-konseling mendalam, worksheet, dan terapi yang sesuai.

Jangan lupa buat terus pantengin informasi dari kita dengan follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Selain itu, kamu juga bisa nonton video YouTube Satu Persen tentang “Filosofi Hedon: Bahagia Ala Seorang Hedonist (Belajar Filsafat: Epicureanisme)” di bawah ini. Semoga lewat membaca artikel ini ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya.

Referensi

Veenhoven, R. Hedonism and Happiness. Journal of Happiness Studies 4, 437–457 (2003).

Bergsma, A., Poot, G. & Liefbroer, A.C. Happiness in the Garden of Epicurus. J Happiness Stud 9, 397–423 (2008).