Terjebak dalam friendzone adalah hal yang tidak mengenakan dan membuatmu bingung. Saat kamu terjebak dalam sebuah hubungan friendzone, kamu tipe orang yang mana nih. Tipe orang yang nge-friendzone-in atau orang yang di-friendzone-in. Kalau kamu orang yang di-friendzone-in, kamu pasti merasa friendzone adalah hal yang tidak menyenangkan dan membuatmu bertanya-tanya bagaimana sih sebenarnya perasaan dia terhadapmu. Atau kamu malah merasa kalau dirimu itu baperan, karena dia baik sama kamu.

Menjadi yang di-friendzone-in memang nggak enak. Tapi pernah nggak sih kamu berpikir friendzone dari sudut pandang si dia, kenapa dia terus menjebakmu dalam hubungan friendzone. Bisa jadi mereka merasakan friendzone adalah zona nyaman mereka, mereka enggan melangkah ke hubungan selanjutnya karena dua alasan. Pertama, mereka benar-benar nyaman sama kamu dan tidak ingin hubungan kalian selanjutnya menjadi canggung. Kedua, dia memang memandang kamu cocok sebagai teman bukan sebagai pasangan. Kalau kamu pengen pengen keluar keluar dari zona friendzone. Pas banget nih, artikel ini akan mengupas masalah-masalah friendzone dan tips untuk keluar friendzone. Simak sampai abis ya.

Friendzone adalah?

Menurut kamus Oxford, friendzone adalah sebuah situasi pertemanan diantara cewek dan cowok yang salah satunya memiliki ketertarikan romantis atau seksual terhadap yang lainnya. Bisa dibilang friendzone adalah karena pertemanan lawan jenis. Banyak orang bilang kalau pertemanan antara cowok dan cewek itu sulit terjadi. Seiring berjalannya waktu pasti ada salah satu dari mereka yang merasa tertarik dan kemudian terjebak dalam hubungan friendzone.

Saat mereka berteman salah satu diantara mereka mulai mengembangan perasaan lebih intens dan ingin menjadi “lebih dari teman” dengan yang lainnya atau ingin memulai komitmen. Dan yang lainnya merasa mereka cukup bahagia menjadi teman saja. Akhirnya orang tersebut terjebak dalam friendzone, atau hanya teman. Friendzone terjadi karena adanya  ketidakcocokan dalam perasaan romantis antara dua individu dan kebutuhan emosional kedua individu tidak terpenuhi. Salah satu pihak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Karena semua hubungan baik dibangun dari “pertukaran sosial” yang saling memuaskan. Ketika seseorang terjebak di friendzone, mereka telah melakukan pertukaran yang tidak adil. Orang lain mendapatkan semua yang dia inginkan, tetapi orang yang merasa terjebak di friendzone tidak sepenuhnya puas.

Alasan Terjebak di Friendzone

Seperti judulnya salah satu alasan kamu terjebak dalam friendzone adalah karena mereka masih nyaman di zona dia makanya dia memilih berteman sama kamu. Masih ada alasan lain juga yang menyebabkan friendzone seperti dibawah ini :

1. Dia belum siap berkomitmen dengan kamu

Ketika memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan, pasti akan ada komitmen yang dilakukan antara kedua belah pihak. Mungkin salah satu alasan kamu terjebak dalam friendzone adalah dia belum siap untuk menjalin hubungan serius, karena masih ada prioritas lain yang ingin dicapai.

2. Kamu cocok dijadikan teman, bukan pasangan

Beberapa orang memiliki kriteria sendiri apakah dia cocok menjadi teman atau pasangan. Mungkin kalian merasa nyaman saat mengobrol bersama dan bahasan kalian nyambung. Tapi tidak ada dari dia lebih selain hanya sebatas teman, karena kamu nyambung ngobrol sama dia ya jadinya dijadiin friendzone aja deh.

3. Tidak mau merusak hubungan pertemanan

Hal ini sering terjadi di pertemanan cewek dan cowok. Kalian merasa cocok sama lain, sering curhat-curhatan, dan jalan bareng. Disatu sisi dia mulai merasa suka sama kamu tapi kamu takut  kehilangan kamu sebagai teman. Karena kalau udah pacaran nantinya akan putus dan dia nggak ingin kehilangan kamu, makanya dia pilih friendzone aja.

4. Tidak percaya diri menjalin hubungan dengan dia

Misalnya tiba-tiba kamu dideketin sama cowok/cewek cakep dan kamu merasa diri kamu remah-remahan, enggak cocok lah sama lifestyle dia. Atau kamu ngerasa dia terlalu baik buat kamu. Makanya kamu jadi enggak pede kalau jalan sama dia. Atau kamu suka sama dia dan udah deket juga, tapi kamu enggak berani ngungkapin perasaan ke dia karena takut ditolak. Jadilah terjebak friendzone.

5. Kepribadian tidak cocok

Pernah nggak sih kalian diajak ngobrol sama doi tapi kalian ngerasa enggak cocok jadi kaya enggak nyambung gitu obrolannya. Tapi karena dia cakep yaudah gapapa dijadiin temen aja.

Tips Keluar dari Friendzone

Setelah tau alasan-alasan apa yang membuatmu terjebak dalam friendzone. Sekarang kita akan bahas tips keluar dari friendzone. Tapi sebelumnya kamu harus paham bahwa semua hubungan itu melibatkan negosiasi dan saat ini kamu perlu “re-negosiasi” hubungan kamu. Hubungan itu tentang give and take, ketika kamu terjebak dalam friendzone adalah kamu terlalu banyak memberi. Ada beberapa prinsip yang kamu bisa gunakan untuk menyeimbangkan give and take. Prinsip itu juga bisa kamu gunakan untuk keluar dari friendzone

1. Jadilah kurang tertarik

Kamu bisa mulai menunjukkan kekurang tertarikanmu entah itu dalam hal percakapan atau ketika diajak pergi. Selama ini hubunganmu tidak seimbang karena kamu lebih tertarik dan lebih menghargai dia. Coba ambil langkah mundur. Jangan terlalu bergantung dengan dia.

2. Perlahan menjauh dari dia

Jika selama ini kamu intens berhubungan dengan diri, coba sekarang berilah sedikit waktu buat dia. Jika mereka benar-benar menghargai kamu, maka ketidakhadiran kamu akan membuat mereka merindukan kamu dan menginginkan kamu lebih. Ketika kamu tidak lagi ada, mereka kemungkinan besar akan merasakan kehilangan. Tapi jika dia tidak mencari kamu, bisa jadi sinyal bahwa dia tidak tertarik denganmu.

3. Buat kompetisi

Cobalah untuk pergi dengan teman lawan jenis lain, supaya membuat dia tertarik. Perluas jaringan pertemanan kamu. Lalu bicarakan teman baru kamu dengan si dia. Persaingan dan kecemburuan kecil adalah cara bagus untuk mengembangkan  hubungan. Orang lebih menghargai apa yang mereka pikir akan hilang. Jika kamu sibuk dengan orang lain, kamu mungkin akan melihat si dia sedikit lebih bersemangat dan termotivasi untuk mendapat waktu dan perhatian kamu. Tapi jika kamu tidak melihat kecemburuan, maka mereka mungkin tidak ingin menjadi "lebih dari teman."

4. Buat dia berinvestasi pada hubungan

Minta dia untuk melakukan sesuatu untukmu. Semakin banyak mereka berinvestasi dalam hubungan, kamu akan semakin berarti bagi mereka. Berhenti memberi dan mulai meminta. Misalnya minta dia untuk mengajarimu suatu hal, minta dia untuk mengantarmu ke suatu tempat, atau minta bantuan untuk memperbaiki sesuatu.

5. Beri dia hadiah

Jangan lupa untuk bersyukur dan hadiahi dia ketika dia berperilaku seperti yang kamu mau. Setelah mereka baik untuk kamu, ingatlah untuk baik pada mereka kembali.

Sekarang kamu udah paham tentang alasan kamu terjebak dalam friendzone adalah kamu atau mereka tidak ingin keluar dari zona nyaman kalian. Terus tips buat keluar dari friendzone jangan lupa dipraktekin ya. Biar kamu nggak grogi saat pdkt keluar dari friendzone kamu bisa tonton video dibawah ini.

Kalau kamu masih nggak pede buat mulai hal itu. Kamu bisa ikut kelas mentoring dengan Satu Persen buat bantu kamu ningkatin tingkat percaya dirimu, atau kamu bisa konsultasikan masalah hubunganmu dengan mentor-mentor dari Satu Persen.

Jangan lupa juga follow instagram @satupersenofficial untuk dapat update info tentang pengen pengembangan diri dan kelas-kelas menarik lainnya.

Referensi

Hornung, Tonilyn. (2017). I was tired of the friend zone. Here’s how I broke free. Washington Post. Retrieved from https://www.washingtonpost.com/news/soloish/wp/2017/03/01/i-was-tired-of-the-friend-zone-heres-how-i-broke-free/

Nicholson, Jeremy. Avoiding the Friend Zone: Becoming a Girlfriend or Boyfriend. Psychology Today.  Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201112/escape-the-friend-zone-going-just-friends-more

Nicholson, Jeremy. (2011) Escape the Friend Zone: Going From "Just Friends" to More. Psychology Today. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-attraction-doctor/201302/avoiding-the-friend-zone-becoming-girlfriend-or-boyfriend