Aksara bilang kau jejak yang tertinggal dari sekian kenangan,
Yang ku letak menduduki hierarki paling tinggi
Seketika tergubris bayangan hitam pekat bersekat abu
Ada gerak gerik kecil yang gagal kau tafsir
Sebagai upayaku menggenapkan ganjilmu

Ada yang berusaha luruh dari padamu
Ada taktik yang mendekat seolah dekat
Ada yang berani maju,
Namun tak merapat dapat
Ada juga pesan singkat,
Yang kerap tak ku jawab.

Bulan sumpah Oktober dia berikrar
Dengan mencintai secara saksama
Dalam tempo yang selama-lama nya,
kembali berkumandang aku mencintaimu

Sejak hari itu aku merasa terjajah
Kembali menduduki rasa bersalah yang kian entah
Kau, kisah yang akan ku eja tanpa jeda
Tergores dari lamunan pena yang tumpah

Kau yang menjadi pernah akan punah
Dengan cara mencintai yang terengah-engah
Sketsa rindu ku titip di sakumu
Bila berkenan akan kuulangi lagi
Berharap kau baca karena ini sengaja