Kamu tentu sudah sering mendengar istilah “harga diri” dan “percaya diri” digunakan dalam berbagai kesempatan. Kedua istilah ini sangat akrab di telinga kita, hingga kita tanpa sadar tak lagi mempertanyakan arti dan perbedaan di antara keduanya. Padahal, mengenali kedua hal ini amat penting dalam membentuk pribadi yang mampu memaknai hidup dan menemukan kepuasan di dalamnya.

Kamu mungkin kerap melihat sosok-sosok berprestasi, berhasil memenangkan lomba sana-sini atau meraih promosi dari atasan, dengan pandangan iri. Kamu kagum dengan kepercayaan dirinya yang tinggi akan kemahirannya itu. “Pasti dia dan orang-orang di sekitarnya memandang dirinya sangat berharga”, pikirmu dalam hati. Padahal, sebenarnya belum tentu seperti itu, lho. Banyak orang-orang yang justru bekerja keras mendapatkan title, penghargaan, dan pengakuan dari orang lain justru karena memandang dirinya sendiri tidak berharga. Oleh karena itu, mereka mencari penghargaan dari luar diri mereka sendiri. Tentu, penghargaan yang diterima tidak lagi terasa signifikan— ibarat pepatah “Di atas langit, masih ada langit”, segala penghargaan yang kita terima justru membuat kita merasa semakin kurang dan karenanya, ingin mencapai yang lebih dan lebih lagi tanpa tahu kemana ujungnya.

Artikel ini hadir untukmu, pejuang yang hendak mencapai hidup seutuhnya, untuk bersama-sama menemukan kepercayaan dan keberhargaan diri dalam hidup agar mampu merasakan kepenuhan dan kebahagiaan yang menetap. Penasaran? Yuk simak!

Tunggu, sebenarnya apa sih bedanya harga diri dan kepercayaan diri?

Kedua istilah ini gemar digunakan sampai orang-orang tidak lagi menemukan bedanya. Dalam istilah bahasa Inggris, harga diri disebut self worth, sementara kepercayaan diri disebut self confidence.

Self confidence umumnya diartikan sebagai rasa percaya diri faktor-faktor eksternal atau yang berkaitan dengan dunia luar. Kepercayaan diri dipupuk dengan keyakinan akan kemampuan diri untuk mengatasi segala tantangan dari luar. Buat orang-orang yang percaya diri, mereka sangat siap untuk menyelesaikan tantangan-tantangan baru, meraih peluang, menyelesaikan persoalan-persoalan yang sulit, dan bertanggung jawab ketika hal yang terjadi tidak seperti yang diharapkan.

Kepercayaan diri dan kesuksesan berhubungan timbal balik. Kepercayaan diri membawa kita kepada kesuksesan dan kesuksesan juga meningkatkan rasa kepercayaan diri kita. Layaknya siklus, semakin kita percaya diri, kita akan semakin sering berhasil, dan banyaknya keberhasilan itu membuat kita semakin percaya diri untuk menjawab tantangan lain.

Lantas, bagaimana jika kita baru saja mencoba sesuatu yang baru? Dari manakah kita mendapatkan kekuatan untuk melakukannya? Kekuatan hadir dari courage, keberanian untuk mencoba menjajaki hal yang benar-benar baru untuk kita meski dilanda banyak ketidakpastian.

Hal yang perlu diingat, kepercayaan diri umumnya bergantung kepada bidang tertentu. Bisa saja kita benar-benar percaya diri dengan kemampuan public speaking kita, tetapi merasa insecure dengan kemampuan berhitung atau analisis.

Sementara itu, self esteem adalah kemampuan kognitif dan penilaian emosional atas betapa berharganya diri kita. Hal ini menjadi sangat penting karena sangat pengaruh terhadap bagaimana kita berpikir, merasa, dan bertindak serta merefleksikan bagaimana kita menjalin hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.

Ketika orang memandang dirinya berharga, ia tidak lagi menganggap penghargaan dari orang lain sebagai sesuatu yang utama. Bahkan tanpa reward yang diberikan orang lain terhadap dirinya, pandangannya terhadap dirinya sendiri tidak akan berubah— tetap sama berharganya. Hal ini membuat orang-orang dengan harga diri yang sehat lebih kuat menghadapi tantangan dan ketidakpastian, mereka selalu siap menghadapi kegagalan maupun penolakan. Karena memandang dirinya berharga, ia juga akan menjaga kesehatannya, komunitasnya, dan lingkungannya.

Mana yang lebih penting dari keduanya itu?

Sebenarnya, keduanya sama-sama penting. Kamu butuh pemahaman bahwa dirimu berharga agar kamu dapat semakin optimal dalam melangkah menuju tujuanmu, juga butuh kepercayaan diri untuk mengembangkan keahlianmu. Namun, jika harus mendahulukan salah satu dibanding yang lain, harga dirilah yang harusnya kamu utamakan.

Alasannya, sama seperti yang telah kamu baca, tanpa pemahaman bahwa dirimu berharga, kamu tidak akan benar-benar puas dengan apapun yang kamu capai tidak peduli seberapa banyak dan besarnya hal itu. Kamu bisa saja memiliki kepercayaan diri untuk sukses menyelesaikan suatu bidang, tetapi tanpa rasa berharga, kamu tidak akan benar-benar merasa puas dengan kesuksesan yang selanjutnya kamu terima— justru selalu merasa kurang dan kurang, merasa lapar tanpa benar-benar dikenyangkan.

Sebelum memupuk keberanian dan kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu, kamu sebaiknya mendahulukan pemahaman bahwa kamu berharga. Tak peduli seberapa banyak pendapatanmu, statusmu, atau keberhasilanmu, kamu benar-benar berharga. Dengan demikian, kegagalan atau kesulitan yang kamu terima tidak lantas menjadikanmu produk gagal, melainkan sosok yang sama berharganya. Mungkin, hanya aspek-aspek dari caramu saja yang dapat dikoreksi agar semakin baik.

Dengan sendirinya, ketika kamu sudah memiliki pandangan akan harga diri yang baik, kamu akan memiliki keberanian untuk mencoba banyak hal baru dan semakin percaya diri apapun hasil yang kamu terima nantinya.

Lantas, bagaimana cara meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri?

Upaya meningkatkan baik harga diri maupun kepercayaan diri umumnya dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui pola pikir maupun kebiasaan negatif yang kita miliki. Sebenarnya, kamu sebagai individu sangat mampu untuk mengubah pola pikir ini dengan terlebih dahulu sadar bahwa pola pikir ini bukanlah pola pikir yang benar. Tahapan ini mungkin terlihat mudah, tetapi justru membangun kesadaran soal pemikiran pribadi yang salah adalah hal yang sangat sulit. Jika kamu merasa kesulitan melakukannya, kamu sangat dianjurkan untuk meminta bantuan tenaga profesional dalam melakukannya.

Setelah kamu menyadari pola pikirmu yang kurang tepat, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:

1. Ubahlah caramu berpikir

Pertama-tama, kamu harus belajar mencintai dirimu sendiri. Kamu harus sadar bahwa di dalam dunia ini, kamu tidak mungkin menjadi sosok yang bisa melakukan segalanya dan selalu berhasil dalam segala hal. Kenyataannya, kamu akan menjadi akrab dnegan penolakan, kegagalan, dan kekurangan. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Tidak ada yang salah dengan memiliki kelemahan atau kekurangan— seorang individu memang haruslah demikian. Cintailah dirimu apa adanya, terimalah kekurangan dan kelebihanmu sebagai sesuatu yang membuatmu unik dan berbeda. Kamu itu penting dan signifikan dalam hidup ini.

Kemudian, kamu juga harus sadar akan keberhasilanmu atau hal-hal yang baik kamu lakukan. Seseorang yang memiliki kepercayaan dan harga diri yang rendah sulit melihat hal itu karena terlalu fokus akan kegagalan atau kekurangan yang kamu miliki. Misalnya saja, kamu sadar bahwa banyak orang yang bersedia curhat kepadamu karena mereka menganggapmu sosok yang nyaman untuk dijadikan teman bercerita. Atau ada teman-teman yang meminta saran lagu yang enak didengarkan kepadamu karena kamu dianggap punya selera bagus. Mengurutkan hal-hal yang menjadi kelebihanmu akan membuatmu lebih baik dalam menilai dirimu sendiri.

2. Cobalah melawan pikiran-pikiran negatif

Terkadang, hadirnya pikiran negatif terasa mustahil untuk dihindari. Sulit untuk menjadikan tindakan berpikir secara positif sebagai kebiasaan. Kamu dapat melakukan hal-hal di bawah ini untuk mengingatkanmu berpikir secara lebih positif. Jika kamu berhasil, kamu dapat menjadikannya sebagai kebiasaan sehingga kamu tak lagi berpikiran buruk soal dirimu:

  • Milikilah mentalitas “kita semua sama”. Jangan menanggap orang lain lebih berharga atau layak dibandingkan dirimu sendiri. Kamu itu sama berharganya dibanding orang lain. Ingat, bahwa banyaknya prestasi, penghargaan, ataupun perolehan finansial tidak membuat dirimu lebih rendah atau tidak berharga. Harga diri sumbernya berasal dari dalam diri.
  • Jika kamu mulai mendeteksi pikiran negatif, pertanyakanlah kebenaran dari pikiranmu itu. “Apakah yang aku pikirkan adalah fakta?” “Apakah kegagalan membuat diriku lantas tidak berharga” Jika kamu kesulitan mendapat jawaban yang tepat, ingatlah poin pertama.
  • Buatlah list dari kelebihan dan kekuranganmu. Ingatlah potensi yang kamu miliki dan catatlah sebanyak mungkin. Sebagai manusia, kamu memang memiliki kekurangan. Namun, kamu juga punya banyak kelebihan yang sama banyaknya.
  • Aturlah alarm di gadget-mu sebagai pengingat untukmu agar mengingat dan mensyukuri hal-hal positif yang sudah atau baru saja kamu alami. Kamu juga dapat memberikan kata-kata positif dan mendukung kepada dirimu sendiri untuk semakin bersemangat menjalani hari.

Konseling-Mentoring-Psikolog-Satu-Persen

Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri bukanlah hal yang instan. Ini adalah proses yang membutuhkan waktu. Kamu harus sabar dan tekun menghadapi segala tantangan dalam hidup yang menggoyahkanmu karena semakin sering kamu berlatih mempertahankan kepercayaan dan persepsi harga dirimu, kamu akan berkembang menjadi lebih baik. Untuk dapat berkembang dan berkeinginan kuat untuk menjadi semakin baik, kamu membutuhkan growth mindset. Semoga artikel ini dapat membantumu lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap harinya, menuju hidup seutuhnya. Ciao!

Referensi

Fernstrom, M., Ph.D. (2019, May 24). Dr. Fernstrom: Self-esteem vs. self-confidence - and how to boost both! Retrieved September 27, 2020, from https://www.nbcnews.com/know-your-value/feature/dr-fernstrom-self-esteem-vs-self-confidence-how-boost-both-ncna1008986

Jack, C., Ph.D. (2020, April 27). Are Self Confidence and Self Esteem the Same Thing ... Retrieved September 27, 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/women-autism-spectrum-disorder/202004/are-self-confidence-and-self-esteem-the-same-thing

Roberts, E., MA, LPC. (2020, August 27). Self-esteem vs. Self-confidence and How to Improve Both. Retrieved September 27, 2020, from https://www.hartsteinpsychological.com/self-esteem-vs-self-confidence-and-how-to-improve-both