bilik sastra kacamata
sastra kacamata

Dia berkata hidup itu indah
Serangkaian metafora-metafora
Klise seperti matahari dan bunga

Mungkin juga, pelangi
Warna warninya terlukis setelah hujan
Janji datangnya kebahagiaan
Yang diungkapkan oleh sedih

Aku pikir dia salah
Bukankah hidup jauh dari kata cerah?
Hanya kumpulan hitam dan putih
Berpadu menjadi kelabu

Lika-likunya bukan wahana yang bisa dimaknai
Hanya perjalanan panjang tanpa arti
Dengan kesenangan sesekali
Fana dan menyisakan sepi

“Bagaimana bisa kamu melihat seperti itu?”
Tanyaku padanya di suatu hari yang abu
Dia diam dan tersenyum,
Lalu memberi kacamatanya kepadaku