Pasti kamu semua pernah mengalami dalam suatu waktu yang namanya malas untuk beraktivitas atau memulai suatu kegiatan, pernah? Apa yang akan biasanya kamu lakukan ketika rasa malas ini melanda dirimu, apakah kamu lebih memilih untuk rebahan sambil bermain ponsel pintar mu, memilih menonton film seharian, atau malah memunculkan lagi semangat dengan menonton video-video motivasi?

Nah di artikel kali ini, aku akan membahas tentang apakah benar dengan menonton video motivasi dapat menghilangkan rasa malas di dalam diri, apa kelebihan dan kekurangannya menonton video motivasi dan dampak kedepannya saat setelah menonton video motivasi yang mungkin perlu kamu ketahui semua. Maka simak terus artikel ini hingga akhir, share ke semua teman-teman mu agar mereka juga mendapatkan pengetahuan yang sama sepertimu.


Mengenali Rasa Malas

Sebelum masuk ke dalam pembahasan apakah dengan menonton video motivasi dapat menghilangkan rasa malasmu atau malah membuatmu akan semakin menjadi lebih malas, kamu harus mengenali dulu apa itu rasa malas. Secara umum rasa malas itu dapat diartikan dengan hilangnya motivasi kamu dalam melakukan sesuatu sehingga membuatmu menjadi menunda-nunda pekerjaan yang sebenarnya bisa kamu lakukan di waktu itu juga. Setiap orang memiliki rasa malas di dalam dirinya karena ini wajar terjadi tetapi yang membedakan adalah ada yang sampai berlarut-larut sehingga membuatnya menjadi tidak produktif di dalam menjalani hari-harinya di kehidupan, apakah kamu termasuk kedalam salah satunya?

Menurut fakta dari penelitian yang pernah aku baca menyatakan hilangnya motivasi yang menyebabkan rasa malas ini muncul dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan hanya faktor kebiasaan, lingkungan, ataupun suasana hati. Menurut informasi dari live science yang menyatakan bahwa sejumlah peneliti dari Oxford University sudah melakukan penelitian menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat gambaran belahan otak manusia yang bertujuan mengetahui rasa motivasi dan malas

Hasil scan menunjukkan bahwa orang yang melakukan sesuatu, area premotor otaknya akan menyala dan titik lain di otak yang mengendalikan gerakan tubuh ikut menjadi aktif. Pada orang yang malas area premotor pada otaknya tidak menyala sehingga tidak mengaktifkan sinyal untuk menggerakan tubuh. Hal ini menyebabkan orang yang malas akan malas untuk bergerak (mager), menjadi lebih lemas karena otak bekerja lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan untuk bergerak dan melakukan sesuatu.

Rasa malas ini juga menurut webmd dapat dipengaruhi oleh tingkat dopamin yang terdapat di otak, buat kamu yang belum mengenal fungsi dopamin bisa langsung klik artikel berikut ini pentingnya olahraga. Tingkat dopamin di otak juga dapat mempengaruhi motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu. Rasa malas yang berkepanjangan ini juga dalam British Journal of Sports Medicine oleh Dr. Richard Weiler sudah dapat dikategorikan kedalam sebuah penyakit, penyakit yang dapat timbul seperti obesitas dan hipertensi.

Rasa malas yang terjadi akibat hilangnya motivasi di dalam diri membuat kamu biasanya mencari-cari cara untuk menghadirkan motivasi mu lagi, mulai dengan membaca buku, mendengarkan podcast sampai menonton video-video motivasi. Biasanya dengan menonton video motivasi setelahnya kamu jadi lebih semangat membara, menjadi lebih optimis, dan mengetahui solusi dari masalah-masalahmu saat ini. Tetapi tak sedikit juga dari kamu yang merasa sudah muak dengan segala video motivasi, segala quotes-quotes dari tokoh-tokoh ternama yang mungkin saja tulisan itu bukan berasal darinya, nah kamu masuk ke dalam kategori yang mana nih?

Dampak Menonton Video Motivasi

Banyak dari kamu semua yang membaca termasuk aku pribadi merasakan dampak positif dari menonton video motivasi, semangat yang tadinya hilang berubah menjadi membara-bara, merasa mendapatkan tamparan keras sehingga harus melakukan sesuatu yang sempat ditunda-tunda akibat rasa malas melanda tetapi apakah menonton video motivasi adalah cara untuk menghilangkan rasa malas?

Aku pribadi tidak melarangmu untuk berhenti menonton video motivasi ataupun mengkonsumsi segala bentuk motivasi yang kamu dapatkan, hanya saja jangan sampai kamu semua berada di dalam lubang yang bernama motivation junkie, memangnya apa itu? Yap, motivation junkie aku dapatkan dari mentorku yang berarti istilah untuk seseorang yang berusaha terus menerus memperkaya pengetahuannya dengan membaca buku self-development, menghadiri berbagai seminar motivasi, dan menonton video-video motivasi tetapi hidupnya tidak berubah tetap seperti itu-itu saja bahkan malah ada yang jatuh dalam keterpurukan. Hal ini terjadi akibat orang tersebut hanya memperkaya wawasannya yang digunakan untuk diskusi dengan orang-orang yang tertarik dengan hal itu juga tanpa ia gunakan atau implementasikan pengetahuan yang ia dapatkan.

Orang seperti itu hanya membuang-buang waktu dan materinya saja karena lebih baik kamu memiliki ilmu yang sedikit tetapi langsung di praktekan daripada memiliki banyak ilmu tetapi hanya untuk didiskusikan saja tanpa disadari dulu aku merasakan berada di posisi ini dan sangat merasa tertampar sekali lalu aku akui dan berusaha berubah, apakah kamu juga merasa seperti ini? Jika iya, please sekarang waktunya buat kamu berubah, stop no action talk only!

Video motivasi kadang dapat membuatmu jadi jauh lebih baik sehingga tak jarang malah meningkatkan kinerja dan produktivitas mu tetapi apakah akan seterusnya berjalan demikian? Nyatanya tidak, karena ada masanya juga kamu akan merasakan video motivasi tak bisa menyalakan semangatmu seperti sebelumnya, tak sedikit juga yang setelahnya merasakan muak akan kata-kata dalam video motivasi yang membuat mu tidak termotivasi lagi. Sehingga kamu mencoba untuk mencari motivasi lagi dengan membaca buku, menonton video, dan lainnya tetapi motivasi itu tak juga muncul karena mungkin kamu sudah bosen akan quotes motivasi, cerita sukses yang mungkin tak pernah terjadi sehingga kamu malah jadi “demotivasi”.

Yap, video motivasi memiliki dampak seperti itu dapat membuatmu bangkit dari keterpurukan atau malah jatuh tenggelam dalam lubang keterpurukan. Tapi tunggu dulu, bukan salah video motivasi yang kamu dengarkan atau buku yang kamu baca tetapi masalah itu terletak padamu. Hal yang perlu kamu ketahui adalah bahwa hanya dirimu sendirilah yang bisa kamu kendalikan maka faktor eksternal hanya pelengkap saja, kamu tak bisa mengandalkan faktor eksternal untuk membuat dirimu termotivasi atau lain sebagainya. Ingat, kamu hanya bisa mengendalikan dirimu sendiri maka cobalah untuk lebih mengenal dirimu lagi dengan menerapkan self love dan self care agar kamu tidak ketergantungan dengan faktor-faktor eksternal yang tidak bisa kamu kendalikan.

Cara Menghilangkan Rasa Malas

Berbagai cara yang biasa aku gunakan untuk mengurangi rasa malas, semoga bisa cocok juga dengan kamu yang membaca saat ini.

  1. Belajar hal baru yang menyenangkan

Rasa malas mungkin saja terjadi akibat rutinitas mu yang hanya itu-itu saja, cobalah untuk mulai belajar menekuni hal-hal yang sedari lama kamu ingin lakukan atau hal baru yang belum pernah kamu lakukan sama sekali. Hal itu akan membuat kegiatanmu menjadi tidak monoton sehingga rasa malas akibat melakukan kegiataan yang monoton dapat dihilangkan.

2. Disiplinkan waktumu

Mulai mencoba untuk disiplin dan bersikap tanggung jawab atas waktu yang kamu miliki, karena dari pandanganku pribadi banyak sekali orang sukses di luar sana yang memiliki waktu sama dengan kita yaitu 24 jam tetapi mereka dapat mengerjakan kegiatan atau pekerjaan yang jauh lebih banyak dan lebih efektif. Disiplin waktu juga berarti kamu sangat menghargai waktu dan membantu sistem kerja otakmu untuk bekerja jauh lebih mudah serta dapat meningkatkan rasa kepedulianmu.

3. Buat to do list

Coba mulai rutinkan dirimu setiap pagi sebelum memulai beraktifitas untuk membuat to do list kegiatan apa saja yang ingin kamu lakukan di hari itu, jangan terlalu banyak karena itu hanya akan memberatkan mu. Buatlah maksimal lima poin yang ingin kamu kerjakan lalu checklist apa yang sudah berhasil, itu akan meningkatkan hormon dopaminmu. Setelahnya lakukan evaluasi per minggu untuk memaksimalkan kinerja mu

4. STOP menunda-nunda

Berhenti melakukan prokrastinasi atau tindakan suka menunda-nunda karena hal ini banyak sekali akan berdampak negatif pada kehidupan mu kedepannya. Mulai dari kerjaan yang menumpuk sehingga tidak dapat maksimal mengerjakannya, dengan menunda-nunda kamu jadi merasa hidupmu semakin berat tapi tidak semua tindakan menunda-nunda dapat berdampak negatif, ada prokrastinasi yang berdampak positif seperti ini menunda tapi positif.

5. Lakukan self motivated

Kamu bisa melakukannya malam hari sebelum hendak tidur, berilah dirimu apresiasi ketika berhasil mengerjakan semua to do list yang sudah kamu buat sebelumnya. Lakukan meditasi sederhana, berilah tubuhmu motivasi agar semakin meningkatkan kinerjamu kedepannya. Jangan biarkan perasaan overthinking menguasai pikiranmu saat itu karena itu akan hanya membuatmu semakin merasa demotivasi.

Video motivasi memang dapat membantu semangatmu tapi untuk menghilangkan rasa malasmu, kamu harus tahu dulu kenapa dan apa penyabab itu semua, karena video motivasi bukan satu-satunya cara menyembuhkan rasa malas mu. Jadi semoga artikel ini bisa semakin membantu kamu dalam melawan rasa malas mu kedepannya tetapi kalau sampai saat ini, itu semua belum bisa merubah keadaan mu. Kamu bisa ikutan layanan online konseling dan mentoring dari Satu Persen karena disana kamu bisa bercerita tentang masalahmu dan mendapatkan beragam solusi langsung dari ahlinya.

Akhir kata aku mau mengingatkan, bahwa rasa malas hanya membuatmu semakin jauh dari kata sukses tapi bukan berarti kamu yang sekarang sedang malas tidak bisa sukses. Mungkin saja kamu butuh istirahat sejenak, jangan terlena agar semua renacana tidak hanya menjadi wacana. Aku harap lewat membaca artikel ini ini bisa membuat kamu berkembang menjadi lebih baik, seenggaknya Satu Persen setiap harinya. Thanks!

Referensi

https://www.livescience.com/

https://www.webmd.com/mental-health/what-is-dopamine#1

Weiler R, Feldschreiber P, Stamatakis E. 2012. Medicolegal neglect? The case for physical activity promotion and Exercise Medicine. Br J Sports Med. Vol 46: (4). https://bjsm.bmj.com/content/bjsports/46/4/228.full.pdf