cara membuat nyaman

Menjaga hubungan tetap awet memang bukan persoalan mudah. Bagaimana tidak, keharusan menjaga jarak dan menghindari kerumunan tentu menjadi penghalang untuk sering-sering bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Meskipun kemajuan teknologi telah memudahkan kita untuk berkomunikasi, tetap saja untuk sebagian besar orang pertemuan tatap muka sulit tergantikan oleh layanan telepon atau video call semata. Akibatnya, banyak hubungan yang terkena imbasnya, mulai dari kedekatan yang merenggang hingga pertengkaran-pertengkaran yang tak terhindarkan. Apakah kamu merasakannya juga? Lantas, bagaimana ya caranya menjaga agar hubungan tetap awet?

Apa sih Resep untuk Menjaga Hubungan Tetap Langgeng?

Jawabannya hanya satu, menjaga kenyamanan kedua belah pihak. Kenyamanan yang dirasakan oleh kedua pihak tentu adalah alasan utama untuk menjaga keberlangsungan hubungan yang telah kalian jalin. Jika salah satu pihak sudah merasa tidak nyaman, pertengkaran dan konflik semakin mungkin terjadi di antara kalian. Wah, tentu tidak ada yang ingin hal ini terjadi, ya.

Selain mampu menjaga hubungan dari keretakan dan konflik, penelitian juga menunjukkan bahwa rasa nyaman dan puas dalam hubungan dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas hidup secara umum. Kualitas hubungan yang baik dapat membuatmu lebih sehat secara fisik dan mental. Sebaliknya, rasa tidak nyaman dan puas dalam hubugan dapat membawa pengaruh buruk terhadap fisik dan mentalmu. Jadi, rasa nyaman itu sangat penting untuk menjaga hubungan tetap baik secara jangka panjang.

Apa Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Membangun Kenyamanan?

Tidak lain dan tidak bukan, hal emosi. Menurut penelitian, emosi dan hubungan romantis memberi hubungan timbal balik—emosi sangat mempengaruhi kenyamanan dalam hubungan dan sebaliknya, kepuasan terhadap hubungan juga akan memicu reaksi emosional. Selain itu, dalam studi mengenai kaitan emosi dan hubungan. ditemukan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara ekspresi emosi dengan kenyamanan dalam hubungan. Ketika kamu banyak mengekspresikan emosi yang positif kepada pasanganmu, pasanganmu akan jauh merasa puas dan nyaman berada dalam hubungan bersamamu. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Makanya, ekspresi dan respons emosional terbukti memegang peran penting untuk menjaga rasa nyaman dalam hubunganmu.

Bukan cuma itu saja, emosi juga menjadi penanda bagi orang-orang yang berada dalam hubungan soal keadaan hubungan mereka. Misalnya, ketika kamu merasa tidak nyaman dengan sikap pasanganmu, kamu dapat merasakan pula bahwa hubunganmu atau pasanganmu sedang tidak baik-baik saja. Dari perasaan tersebut, kamu dapat menentukan apa yang dapat dilakukan selanjutnya di dalam hubunganmu. Keputusanmu untuk memperbaiki, mempertahankan, atau mengakhiri hubungan, semuanya banyak dipengaruhi oleh emosi yang kamu rasakan. Jadi, kondisi emosi itu penting sekali untuk menentukan kelanjutan hubunganmu dan pasangan.

Jenis Ekspresi Emosi yang Dapat Membawa Rasa Nyaman

Apakah hanya ekspresi emosi positif saja yang dapat meningkatkan kenyamanan dalam hubungan? Ternyata tidak. Berdasarkan studi yang diterbitkan American Psychological Association, lelaki cenderung menyukai situasi ketika pasangan mereka senang sementara perempuan lebih ingin pasangannya tahu saat mereka marah— dan memberikan respon serupa. Loh, kenapa begitu? Tentu saja karena wanita merasa dimengerti dan didukung dalam situasi yang dihadapinya. Pantas saja ya, ketika wanita curhat tentang temannya yang menyebalkan, ia cenderung berharap pasangannya juga ikut sebal terhadap orang itu. Kalau tidak, dialog yang tidak diharapkan, seperti “Pilih dia atau aku?”, bisa muncul.

Ternyata, rasa peka dan empati terhadap perasaan satu sama lain juga sangat berpengaruh terhadap kepuasan dan kenyamanan dalam hubungan. Wanita cenderung ingin pasangannya relate dengan apa yang dia ceritakan dan dapat memahami perasaan yang ia rasakan. Mungkin, inilah sebabnya banyak jurus kode yang diberikan perempuan kepada pasangannya— untuk memastikan pasangannya dapat mengerti perasaannya. Sementara itu, bagi lelaki, mereka sudah cukup puas dengan melihat pasangannya bahagia dan puas bersama dengannya.

Lantas, Pengelolaan Emosi Seperti Apa yang Dapat Mendorong Rasa Nyaman?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, emosi ternyata bukanlah hanya sesuatu yang kita rasakan sendiri, melainkan juga dapat mempengaruhi orang lain melalui tiap-tiap ekspresi kita, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ekspresi kita mulai dari mimik wajah, gestur tubuh, hingga pernyataan langsung adalah bentuk kita menyampaikan emosi yang kita rasakan kepada orang lain. Alhasil, ekspresi emosi tidak hanya penting untuk membuat diri sendiri lega, tetapi juga membantu pasangan kita memahami apa yang kita rasakan dan butuhkan.

Namun, ternyata ekspresi emosi juga harus dikelola dengan baik, lho. Kenapa? Tentu saja karena pengaruh besar yang dapat ditimbulkan oleh ekspresi emosi yang tidak tepat, baik bagi diri sendiri maupun pasangan. Pengelolaan emosi juga harus dijaga agar tidak terlalu kurang ataupun berlebih— kita harus dapat menjaga perasaaan pasangan tetapi juga menjaga diri agar tetap jujur dengan pasangan. Berikut beberapa kiat pengelolaan emosi yang dapat kita lakukan:

1. Memilih situasi yang tepat

Respons dan tindakan manusia rupanya banyak dipengaruhi oleh situasi yang dihadapinya atau lingkungan tempatnya berada. Meskipun persoalan yang terjadi adalah persoalan yang sama, perbedaan situasi juga amat mempengaruhi cara pasangan menanggapinya. Misalnya, ketika pasangan lelah, sulit untuk menanggapi konflik dengan kepala dingin. Oleh karena itu, ketika ingin menyampaikan atau mengekspresikan sesuatu, penting untuk memperhatikan situasi dan memperkirakan respons yang mungkin didapat agar tidak memperparah persoalan yang terjadi.

2. Mengubah situasi agar tepat

Jika mengekspresikan emosi penting untuk dilakukan dan situasi yang dianggap tepat tak kunjung datang, kamu dapat berusaha mengubah situasi agar tepat. Misalnya, ketika pasangan lelah, kamu dapat mengajaknya berlibur atau mengajaknya makan enak agar ia merasa lebih nyaman. Setelah itu, baru deh kamu dapat mengekspresikan apa yang ingin kamu sampaikan kepadanya.

3. Mengalihkan fokus kepada hal lain

Ketika pasangan memiliki suasana hati yang buruk atau sedang tidak mood, seringkali tindakan atau ucapannya memicu amarahmu. Nah, sebelum buru-buru meluapkan kekesalanmu kepadanya dan memicu pertengkaran yang semakin parah, kamu dapat mengalihkan fokusmu kepada hal lain untuk meredakan emosimu. Misalnya, kamu dapat memejamkan matamu dan menghitung beberapa detik atau menatap sekitarmu. Dengan demikian, kamu tidak memberikan tindakan yang mungkin akan kamu sesali. Ketika suasana hatinya lebih baik dan tenang, kamu dapat berkomunikasi dengan lebih nyaman.

4. Mengubah pandangan terhadap situasi

Kamu pasti pernah kesal dengan pasangan karena hal-hal kecil, misalnya saja ucapanmu yang tiba-tiba menyinggungnya? Padahal, biasanya, ia sama sekali tidak pernah tersinggung dengan omonganmu itu. Eits, sebelum buru-buru marah, kamu dapat mencoba teknik pengelolaan emosi ini. Daripada memikirkan bahwa ia terlalu sensitif atau membuatmu jengkel dengan sengaja, kamu dapat berpikir bahwa ia sebenarnya tidak benar-benar ingin melakukan itu, tetapi kondisi lah yang membuatnya melakukannya. Misalnya, “mungkin dia sudah terlalu kelelahan” atau “mungkin dia terlalu lapar”. Perubahan pandangan ini dapat meredakan emosimu sekaligus membuatmu lebih empati terhadap apa yang terjadi kepadanya. Pasanganmu juga akan menjadi jauh lebih nyaman karena merasa kamu dapat memahaminya. Setelah situasi membaik, barulah kalian dapat berkomunikasi mengenai hal tersebut.

Nah, ternyata keterbukaan secara emosional dengan pasangan itu sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan dalam hubungan. Meskipun demikian, penting juga untuk mengelola emosi secara bijak agar hubungan tetap awet. Tonton video di bawah ini untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana tips mempertahankan suatu hubungan Jangan lupa untuk follow instagram Satu Persen di @satupersenofficial. Semoga artikel ini dapat membantumu menjadi lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap harinya untuk menuju hidup seutuhnya.

Referensi

Boeder, E. (2018, February 16). Emotional Safety is Necessary for Emotional Connection. Retrieved August 02, 2020, from https://www.gottman.com/blog/emotional-safety-is-necessary-for-emotional-connection/

Cohen, D. (2012). Women Happier in Relationships When Men Feel Their Pain. Retrieved August 02, 2020, from https://www.apa.org/news/press/releases/2012/03/women-happier

Fardis, Makon, "Expression and Regulation of Emotions in Romantic Relationships"

(2007). Graduate Student Theses, Dissertations, & Professional Papers. 423.
https://scholarworks.umt.edu/etd/423