>Our Mission Mengurangi hal-hal buruk yang berkaitan dengan kesehatan mental dan pengembangan diri, agar para mahasiswa dapat meningkatkan produktivitas belajar dan kinerja dalam organisasi.

Masa perkuliahan terkadang menjadi masa-masa yang sulit bagi sebagian mahasiswa. Padatnya jadwal kuliah, situasi lingkungan yang baru, tekanan akademis, dan belum lagi mahasiswa yang harus kuliah sambil bekerja terkadang menjadi beban mental tersendiri bagi mahasiswa. Isu kesehatan mental merupakan isu bertambah yang dialami mahasiswa, menurut riset American Psychological Association, kasus gangguan mental pada mahasiswa naik hingga 10 persen dalam 10 tahun terakhir. Banyak mahasiswa yang takut atau khawatir untuk mendiskusikan isu atau kondisi mental yang sedang mereka hadapi kepada teman sebaya maupun orang tua mereka. Mereka tidak ingin kehilangan teman, merusak hubungan, atau tidak siap mendapatkan stigma negatif dari orang lain. Stigma negatif kesehatan mental sering membuat seorang mahasiswa lebih memilih untuk diam dan memendam masalahnya. Padahal instansi pendidikan memiliki kesempatan untuk mengubah kondisi ketakutan tersebut.

Satu Persen for University merupakan sebuah upaya dari Satu Persen untuk membantu para mahasiswa dalam mengembangkan diri dan menjaga kesehatan mental mereka dengan layanan yang memiliki harga terjangkau.

Untuk membantu instansi pendidikan khususnya Universitas dalam mengukur tingkat kesehatan mental dan mengembangkan diri para mahasiswanya, Satu Persen for University menyediakan layanan berbasis psikologis seperti Mentoring, Konseling, Virtual Workshop (Webinar), Kelas Online, dan Mindfulness Meditation Session.

>Permasalahan Mahasiswa yang Banyak Terjadi Di Universitas:

1.       Emotional Instability

Emotional instability (ketidakstabilan emosi) bisa menjadi bumerang yang akhirnya menyerang diri sendiri. Tidak hanya membuat hubungan sosial memburuk, emosi yang tidak terkendali juga dapat menyebabkan permasalahan serius bagi tubuh. Selain itu, emosi yang tidak terkendali pada mahasiswa diketahui dapat menyebabkan terjadinya stress akademik, rendahnya motivasi belajar karena merasa salah jurusan atau tidak cocok dengan lingkungan kampus serta gangguan kesehatan mental.

Sebuah studi oleh American Academy of Family Physicians  (AAFP) juga mencatat bahwa gangguan kesehatan mental yang banyak ditemukan dalam lingkungan mahasiswa diantaranya adalah depresi, gangguan kecemasan (anxiety), pencetusan untuk bunuh diri (suicidal ideation), gangguan stres pasca-trauma (PTSD), gangguan tidur, dan kelainan kebiasaan makan.

Sehingga untuk mencegahnya diperlukan pemeliharaan psikologis mahasiswa agar tetap stabil dengan membantu mengembangkan toleransi terhadap emosi.

2.       School Stress

School stress/stress akademik merupakan hasil pemikiran yang subjektif terhadap ketidaksesuaian antara tuntutan akademik dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa dan timbul karena adanya tekanan   untuk menunjukkan keberhasilan yang diraih dalam hal prestasi akademik dan keunggulan dalam kondisi persaingan akademik yang semakin ketat sehingga hal ini menyebabkan mahasiswa merasa terbebani, tertekan, dan putus asa oleh berbagai macam tekanan, tanggung jawab dan tuntutan akademik. Akibatnya kegiatan pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan baik dan maksimal.

Sehingga diperlukan pemeliharaan psikologis mahasiswa agar tetap stabil. Karena kemampuan mahasiswa yang meningkat dalam mengantisipasi stimulus yang menyebabkan stress akan diikuti dengan kemampuan mengendalikan emosi.

3.       Lack of self confidence

Kepercayaan diri atau self confidence merupakan aspek kepribadian yang penting pada diri seseorang. Rendahnya kepercayaan diri dapat menimbulkan masalah pada diri seseorang. Mahasiswa yang memiliki sifat percaya diri yang tinggi akan mudah berinteraksi dengan mahasiswa lainnya, karena mampu mengungkapkan pendapat tanpa keraguan, mampu bertindak dan berpikir postif dalam pengambilan keputusan. Namun sebaliknya, mahasiswa yang memiliki kepercayaan diri rendah akan sulit untuk berkomunikasi, mengemukakan pendapat, dan akan merasa bahwa dirinya tidak dapat bersaing dengan mahasiswa yang lain.

Perbedaan tingkat percaya diri yang dimiliki oleh tiap mahasiswa tentu akan mempengaruhi perolehan prestasi belajar dan kemampuan dalam berorganisasi sehingga dapat mengakibatkan pekerjaan yang dilakukan menjadi tidak optimal.

4.       Demotivation

Demotivation (kehilangan motivasi) pada mahasiswa banyak terjadi akibat ketidaknyamanan lingkungan belajar, kesulitan beradaptasi, dan ketidaksesuaian antara jurusan yang ditekuni dengan passion. Tidak ada supporting system yang memadai di lingkungan sekitar mahasiswa menyebabkan motivasi berkurang jauh yang dapat menyebabkan gairah belajar yang terus semakin menurun dan makin memburuk. Dengan hilangnya gairah belajar, tentunya dapat menghambat produktivitas belajar dan dapat merugikan orang lain karena tujuan pembelajaran tidak tercapai.

5.       Turnover Intention

Rendahnya motivasi berorganisasi dan tingginya turnover intention dapat mengarah pada semakin banyak anggota yang keluar dari organisasi. Kecenderungan turnover yang tinggi tersebut dapat menyebabkan rendahnya kinerja organisasi karena kurangnya sumber daya manusia untuk mengimplementasikan program-program kerja. Motivasi dan kreativitas merupakan dua hal yang penting untuk diperhatikan, namun terkadang untuk meningkatkan motivasi dan kreativitas anggota organisasi perlu dilakukan pelatihan. Dalam suatu organisasi, motivasi dan kreativitas biasa digunakan untuk melakukan aktivitas kerja dan juga menyusun strategi perusahaan. Dengan peningkatan motivadi mahasiswa anggota organisasi dalam berpikir secara kreatif, ini akan membantu organisasi untuk menjadi yang terbaik dan tentunya juga dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja.

>Mengapa Satu Persen for University?

Satu Persen for University menyediakan beberapa kegiatan yang dapat membantu para mahasiswa menyelesaikan masalah mereka. Satu Persen for University menawarkan kolaborasi dengan organisasi berupa:

1. Webinar

Satu Persen menawarkan layanan webinar pada mahasiswa di mana topik yang dibahas disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan organisasi dari Universitas yang melakukan kerjasama.

Webinar akan diisi oleh Founder Satu Persen atau Psikolog Satu Persen dengan durasi 60 menit. Webinar bersifat berbayar dan organisasi akan mendapat sharing profit.

2. Affiliate Partnership

Satu Persen menawarkan layanan affiliate partnership di mana organisasi akan mendapatkan link product page dari Satu Persen, untuk setiap pendaftar yang menggunakan link tersebut  organisasi akan mendapatkan Sharing Profit. Satu Persen juga akan membantu organisasi menyebarluaskan kegiatan acara tersebut di seluruh sosial media Satu Persen selama acara yang dipromosikan harus sesuai dengan kurikulum satu persen.

3. Content Collaboration

Satu Persen menawarkan layanan kolaborsi berupa video, infografis, atau podcast yang akan diunggah di platform Satu Persen dengan topik sesuai pilihan komunitasmu.

Demikian beberapa alasan mengapa Anda harus memilih Satu Persen sebagai partner dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas komunitasmu:

1. Harga khusus bagi setiap mahasiswa khususnya anggota organisasi dari Universitas yang melakukan kerjasama dengan Satu Persen untuk pembelian layanan/produk Satu Persen.

2. Mahasiswa khususnya anggota organisasi dari Universitas yang melakukan kerjasama dengan Satu Persen akan mendapatkan Basic Mental Health Training melalui layanan/produk Satu Persen.

3. Mendapatkan sharing profit dari tiap produk kolaborasi dengan Satu Persen yang berhasil terjual.

4. Acara webinar organisasi akan diposting dan dipromosikan di seluruh platform Satu Persen.

>Layanan Satu Persen for University

Satu Persen for University menawarkan program Basic Mental Helath Training (BMHT) untuk anggota organisasi dari Universitas yang melakukan kerjasama dengan Satu Persen. Pelatihan kesehatan mental adalah salah satu cara utama kami untuk mengubah pengalaman orang-orang yang terpengaruh oleh kesehatan mental yang buruk di negara ini.  Kami bertujuan memberikan training “peer counselor” untuk membantu teman sejawat terutama di lingkungan kampus agar merasa lebih nyaman dan percaya diri untuk berbicara tentang kesehatan mental dan mengetahui lebih banyak tentang cara merespons saat masalah muncul. Kami menawarkan 2 layanan yang berupa:

1. Peer Counselor

Peer Counselor/Konseling Sebaya bertugas memberikan dukungan, dorongan, dan sebagai sumber informasi kesehatan mental di lingkungan kampus yang bekerjasama dengan Satu Persen.

Konselor Sebaya akan diberikan “basic mental health training” sehingga dapat mendengarkan dengan cermat dan menawarkan komunikasi yang konstruktif dan empatik kepada mahasiswa lainnya.

2. Campaigner

Komunitas yang dibentuk oleh Satu Persen for University bertugas menjadi campaigner atau sebagai media kampanye edukasi masyarakat di lingkungan kampus mengenai permasalahan seputar kesehatan mental.

>Bagaimana Cara Kerja Satu Persen For University?

Terdapat tiga tahapan dalam proses penggunaan Satu Persen for University untuk organisasi Anda, yaitu:

1.       Assessment: Mahasiswa mengisi data-data yang diperlukan oleh Satu Persen. Kerahasiaan terjamin.

2.       Process: Mahasiswa dapat menggunakan fasilitas dan layanan dari Satu Persen For University sesuai dengan perjanjian antara Satu Persen dengan Organisasi di Universitas terkait.

3.       Result: Mahasiswa merasa terbantu dan organisasi dari Universitas yang melakukan kerjasama dapat memonitor data-data dan apa yang dilakukan mahasiswa secara kolektif.

SOURCE: bit.ly/2CWWNN0 Journal of American College Health, online October 25, 2018.

Alvin, N.O. 2007. Handling Study Stress: Panduan Agar Anda Bisa Belajar Bersama Anak-Anak Anda. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sulaiman, Ahmad (2016) HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERORGANISASI DENGAN TURNOVER INTENTION PADA PENGURUS IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG. Other thesis, University of Muhammadiyah Malang.