Mungkin kamu nggak sadar kalau kamu kurang adanya self-awareness atau kurang peduli sama dirimu sendiri. Alhasil kamu malah sering ngebandingin dirimu sama orang lain. Contohnya seperti ini, inget gak temen sekolah kamu dulu? Itu yang sekarang udah dapet beasiswa di luar negeri. Temen main kamu dulu, sekarang udah kerja di perusahaan multinasional dengan karir melejit? Gimana perasaan kamu pas mengingat orang-orang kayak gitu? Senang? Atau malah merasa tertinggal?

Sebetulnya sih, bukannya kamu nggak berkembang atau perkembangan kamu stagnan. Tetapi, karena perkembangan mereka lebih pesat dari kamu. Eh, bener kan? kamu gak stagnan kan? Tapi memang yang kayak gini emang seringkali bisa bikin orang merasa inferior dan insecure terhadap diri sendiri. Jadi lupa aja gitu sama pencapaian selama ini, dan malah fokus sama hidup orang lain.

Tenang, buat kamu yang merasa tertinggal dari orang lain dan pengen segera mengatasinya. Satu Persen bakal bantuin kamu dan akan berbagi tips untuk mengatasi permasalahan kamu, salah satunya dengan menerapkan self-awareness. Simak ini sampai habis ya.

Apa sih penyebab rasa tertinggal dari orang lain?

Seperti yang udah disinggung sebelumnya. Biasanya isu yang sedang kamu hadapi sekarang ini berakar dari inferioritas dan insekuritas dalam diri sendiri atau bisa juga ini tuh terjadi karena kamu gak bisa fokus ke hal yang lebih relevan sama dirimu aja. Malah lebih fokus sama hal-hal yang terjadi di luar dirimu, termasuk pencapaian orang-orang lain. Akan tetapi, kegalauan kamu ini bukan berarti nggak bisa diatasi. Satu Persen udah siapin empat tips jitu untuk mengatasi perasaan tertinggal dari orang lain.

Cara mengatasi perasaan tertinggal dari orang lain

  1. Tingkatkan self-awareness kamu

Apa sih self-awareness itu? Self-awareness adalah pemahaman yang kamu punya terhadap dirimu—bagaimana kamu mempersepsi dirimu, bagaimana orang lain melihat kamu, serta bagaimana kamu menentukan peran kamu di dunia.  Komponen yang menyusun self-awareness sendiri adalah pemikiran, pengalaman, serta kemampuan kamu. Kalo kata filsuf Yunani Socrates, “Know thyself.”

Berdasarkan penelitian, self-awareness punya banyak implikasi positif untuk diri kamu. Self-awareness yang tinggi dapat berkorelasi positif dengan tingginya kreativitas, percaya diri, serta produktivitas kamu. Asumsinya, seiring dengan peningkatan tiga hal tersebut, maka kamu akan lebih mudah untuk mencapai kesuksesan.

Tapi, gimana sih cara meningkatkan self-awareness secara efektif? Sebetulnya Satu Persen punya satu playlist sendiri khusus buat ini yang bisa kamu cek di channel Youtube kami, atau kamu bisa melakukan empat langkah ini:

1. Memanfaatkan waktu sendirian untuk berkontemplasi dan melakukan refleksi diri.

2. Being mindful, misalnya dengan cara bermeditasi.

3. Mengeluarkan perenungan kamu dari kepala, bisa dalam bentuk buku harian atau apapun lah

4. Cari feedback dari orang lain.

2.  Stop caring too much

Coba deh biasakan biar nggak terlalu berorientasi kepada orang lain. Gak usah terlalu peduli dengan pencapaian orang lain, karena gak bakalan ngaruh sama hidupmu. Emang kalau temen-temen kamu gak seberhasil itu, lantas hidup kamu jadi lebih baik? Nggak juga kan. Kalo kamu tau orang lain lebih unggul dari kamu, ya gak usah merasa terintimidasi. Enggak perlu terlalu peduli, kecuali kalau kamu berniat untuk belajar dari keunggulannya tersebut.

Pertanyaannya, kamu selama ini mikirin orang lain belajar gak? Temen kamu bisa sukses dengan usaha tertentu, kamu udah tau belum usahanya gimana? Kamu mau sukses juga? Mau nggak ngelakuin semua usaha itu? Kalau nggak, ya nggak ada faedahnya sama sekali kan buat hidup kamu? Kalibrasi ulang fokus kamu. Fokuslah pada dirimu sendiri, karena rumput tetangga memang akan selalu lebih hijau yang penting, do what you love and love what you do. Kalo kamu passionate dengan apa yang sedang kamu kerjakan, maka dan kebahagiaan itu akan menyertai kamu dengan sendirinya kok.

  1. Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Ingat bahwa it’s okay kalau ada orang lain yang lebih unggul dari kamu, karena diatas langit masih ada langit. Membandingkan dirimu dengan orang lain adalah bentuk hinaan buat dirimu sendiri. Dengan membandingkan diri dengan orang lain, rasa percaya dirimu malah akan turun, kamu bakal lebih susah berpikir positif, dan malah jadi nggak bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang.

Kamu lahir dengan bekal genetik yang berbeda, di lingkungan yang berbeda, menjalani langkah kaki yang berbeda. Selain itu, kamu juga harus sadar bahwa kecepatan tiap orang tuh beda-beda. Ada yang cepet, ada yang lambat. Dan ini penting banget, coba perhatikan baik-baik ilustrasi ini.

Temen aku lebih pintar daripada aku. Dia butuh 30 menit untuk belajar sebuah hal sedangkan kalau aku butuh waktu 1 jam. Maka aku punya 2 pilihan, aku bisa marah akan keadaan ini terus bilang “yaudahlah, dia memang berbakat dan pasti sukses, mau gimana lagi?” Atau, aku tinggal belajar 2 kali lebih lama dari dia dan aku bakal dapetin hal yang sama. Mengetahui kecepatan personal kamu adalah hal paling penting buat kamu memulai langkah nomer 4.

  1. Buat perencanaan masa depan

Kalo kamu pengen banget untuk berkembang, maka kamu harus buat perencanaan yang logis dan realistis tentang masa depanmu. Salah satu metode yang paling efektif adalah metode SMART.

Singkatnya, SMART terdiri atas Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-Bound. Untuk penjelasan lebih lanjut, kamu bisa liat video Satu Persen tentang SMART Method dibawah ini. Disitu, udah ada penjelasan serta contoh konkrit dari metode tersebut.

Cara yang salah menghadapi perasaan tertinggal

Sebelumnya udah dijelasin bahwa cara paling ideal buat menyikapi hal ini adalah menerima bahwa setiap orang berbeda, punya pace yang berbeda, tujuan yang berbeda, value yang berbeda, passion yang berbeda. Artinya kamu boleh memiliki jalan dan pilihan-pilihan hidup yang sangat berbeda dibanding orang lain dan vice versa. Jadi, kalau kamu menyikapi ketertinggalan kamu dengan mengkritik hal lain di hidup orang tersebut yang gak sesuai dengan apa yang kamu mau, ya itu salah.

Misalnya, teman kamu sukses secara karir terus gak punya niatan buat berkeluarga cepet-cepet, terus kamu nyinyirin “ih, cantik pinter tapi gak laku”. Ini adalah komentar-komentar orang yang sudah meremehkan dirinya sendiri sampai-sampai berusaha mencari cara untuk bisa meremehkan orang lain, kamu gak kayak gini kan?

Kamu harus ingat sebenarnya nggak standar moral atau patokan waktu tertentu dalam mencapai suatu hal. Contohnya, nggak ada patokan kamu harus nikah umur berapa. Ingat, semua itu adalah standar semu belaka. Hidup kamu ya hidup kamu. Jadi, nggak ada tuh yang namanya ketinggalan dari orang lain. Semua ada waktunya masing-masing. Ingat, kamu selalu punya pilihan mau menghabiskan waktu dan pikiran kamu buat iri sama orang lain, atau buat mengoptimalkan hidup kamu.

Lantas, apakah kamu jadi terpacu untuk berkembang dan nggak merasa insecure dengan pencapaian orang lain setelah baca artikel ini? Semoga iya ya. Tapi, jangan sungkan kalau perasaan kamu jadi bikin kehidupan ga nyaman, kamu daftar aja online konseling Satu Persen.

Jadi, Satu Persen menyediakan layanan Konseling 1-on-1 sama Psikolog. Di konseling ini hal yang akan kamu dapet antara lain, tes psikologi, asesmen, worksheet dan terapi yang bakal disesuaiin sama hasil tes dan asesmen supaya bisa ngebantu kamu secara tepat.

Kalau kamu merasa butuh layanan ini, klik link berikut ini https://1persen.link/konselingpsikolog-1

Atau kamu bisa tonton video di bawah ini untuk mengetahui cara mengenali diri sendiri. Terakhir, jangan lupa ikuti channel Youtube Satu Persen dan instagram @satupersenofficial agar kamu nggak ketinggalan informasi menarik tiap minggunya!