social skill

Kemampuan social skill yang buruk memang nyata dihadapi orang sebagian orang, sehingga mereka merasa tidak mempunyai kemampuan bersosialisasi yang baik dengan teman-temannya. Ciri-cirinya social skill buruk seperti apa sih? Pertama, sering ngerasa takut kalau memulai pembicaraan dengan orang baru. Kedua, suka bingung kapan harus ngomong dan ngomong apa saat lagi nongkrong, sampai akhirnya milih untuk diam aja. Ketiga, mungkin pernah nyoba keluar dari zona nyaman dan ikut nimbrung dalam pembicaraan. Sayangnya, percobaan kita untuk nimbrung itu justru malah ngebuat situasi jadi awkward (atau dengan kata lain: Canggung). Dari pengalaman dan masalah itu, balik lagi akhirnya kamu memilih diam, atau justru nggak ikut kumpul-kumpul sama sekali.

Dampak dari kurangnya social skill tentu cenderung negatif. Banyak peluang membangun network atau sekadar menjalin pertemanan baru yang harus terlewat karena ini. Kamu pun jadi merasa dunia kamu diisi oleh orang yang itu-itu aja. Susah untuk nyari pasangan karena pergaulan kita sempit dan sekalinya kita mau ngedeketin orang, kita gak tahu mau ngomong apa. Terus gimana caranya buat mengatasi masalah ini? Sebetulnya sederhana, kita harus meningkatkan social skill kita supaya kita bisa jadi ok pas ngobrol dan bergaul sama orang lain. Dan kabar baiknya, kamu beruntung banget nemu artikel ini, karena Satu Persen kali ini akan membahas tips dan trik yang bisa kamu lakukan supaya kamu bisa mengembangkan keterampilan sosial.

Apa itu social skill?

Social skill atau keterampilan sosial adalah satu set keterampilan yang digunakan untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Orang dengan social skill yang baik bakalan berinteraksi sesuai dengan tepat, sesuai dengan nilai dan norma. Orang dengan social skill yang baik juga bakalan tahu apa yang baik, tahu apa yang wajar dan tahu apa yang dianggap gak wajar dalam situasi sosial. Jadinya, social skill ini bakalan mencegah adanya kesalahpahaman, konflik, atau hal-hal yang gak diinginkan ada dalam situasi sosial. Kamu jadi tahu ekspresi apa yang harus dikeluarkan, kapan harus mengeluarkannya, dan kamu juga jadi tahu apa yang harus kamu omongin dan gimana kamu harus ngomong itu pas lagi di tengah orang-orang lain.

Kenapa penting untuk mengembangkan social skill?

Memulai interaksi dengan orang lain juga memiliki peran dalam mengembangkan dan menjaga hubungan dengan orang lain. Komponen social skill sensitivitas ambil bagian untuk menjalankan fungsi ini. Dengan sensitivitas yang kamu punya, kamu bisa jadi pendengar yang baik dan terhubung secara emosi dengan orang lain. Akibatnya hubungan kamu dengan orang lain jadi mendalam dan berkualitas.

Nah, hubungan yang berkualitas ini yang bisa membantu menghadapi stress. Karena support system lahir dari hubungan yang dekat dan berkualitas. Orang yang memiliki support system yang baik akan lebih mudah untuk bangkit dari stress. Hubungan berkualitas dengan orang lain juga bisa mendukung kesehatan fisik kita. Penelitian menunjukkan kalau hubungan berkualitas berdampak pada usia yang lebih panjang dan juga mempercepat proses pemulihan dari cedera maupun penyakit.

Selain itu, kemampuan sosial yang baik juga akan memperbesar peluang sukses di karir. Salah satu social skill yang harus dimiliki seorang pekerja adalah berkomunikasi dengan efektif. Maksudnya berkomunikasi dengan efektif di sini adalah bisa mengutarakan ide dengan meyakinkan serta mau mendengarkan rekan kerja. Nah kalau kamu bisa berkomunikasi efektif di tempat kerja pasti kamu akan jadi team player yang baik. Selain itu, hasil kerja kamu juga akan sesuai dengan yang diminta klien atau atasan. Tentunya ini akan memperbesar kemungkinan kamu mendapatkan promosi atau setidaknya mendapat apresiasi di tempat kerja.

Gimana cara meningkatinnya?

Manfaat mengembangkan social skill udah, sekarang tinggal gimana caranya kita bisa terbuka sama orang lain dan mengasah social skill kita.

1. Tersenyum

Ketika kita memulai interaksi dengan orang lain kita tidak bisa mengharapkan selalu orang lain yang menghampiri kita duluan, tapi kita bisa memulai interaksi dengan senyuman dan sapaan. Mulai deh kasih senyum rekan kerja kamu saat ketemu di pantry atau saat ketemu di tempat makan siang sambil menyapa mereka.

2. Beranikan diri untuk berbicara di tengah kelompok dan usahakan kamu didengar

Biasanya, penyakit dari kita yang kurang pede adalah kalo lagi ngumpul, itu gak berani ngomong. Jadi pendengar doang, kalo ada yang ngejokes ikutan ketawa doang, tapi gak nyoba untuk buka atau memimpin pembicaraan. Nah, mulai sekarang pas kamu lagi ngumpul, misal itu lagi meeting, lagi kumpul keluarga, atau kumpul sama temen, kamu harus nyoba untuk bicara, cobalah untuk nggak cuma jadi pendengar. Supaya apa, supaya kamu latihan.

Gimana caranya? Kalo kata salah satu penulis dari buku The Social Skill Guidebook. Lebih baik kita gak maksain nyari kesempatan untuk ngebicarain apa yang sudah kita pikirin di dalam kepala kita. Perhatiin aja pembicaraannya, go with the flow sama percakapannya. Nanti, pas ada momen, spontan aja yang pengen kamu sampein. Nah, jangan ragu-ragu pas ngomong ya. Usahain omongan kamu kedengeran. Pakailah suara yang lantang dan cobalah untuk pede. kamu bisa mulai ini di tongkrongan kamu sama temen, sampai nanti kamu praktekin ini di situasi yang baru.

3. Utarakan ketidaksetujuan-mu

Belajar untuk mengutarakan ketidaksetujuan kamu. Tapi dengan cara yang tetap konstruktif, jadi gak menyinggung perasaan orang lain. Ini sebetulnya berkaitan banget sama satu skill komunikasi yaitu komunikasi asertif. Nah, keberanian untuk bilang dengan lugas dan tetap sopan bahwa kamu (misal) keberatan, tersinggung, marah atau kecewa kepada orang lain ini menunjukkan bahwa social skill kamu itu udah terlatih untuk berinteraksi secara sehat. Jadi, kalo kamu ada ketidaksetujuan sama temen, ya bilang aja. Kalo misalnya kamu gak mau melakukan hal yang diminta temen kamu, ya bilang nggak aja dengan sopan. Kasih tahu alasannya dengan baik.

4. Jangan takut buat nyari bantuan.

Kalo emang kamu udah mengalami kecemasan di situasi sosial ini sejak lama, dan udah mengganggu kamu, atau ngebuat kamu ngerasa rendah diri. Gak ada salahnya kok untuk nyoba konsultasi ke profesional. Supaya kamu bisa tahu, sebenarnya kamu ini kenapa, wajar gak sih, berat gak sih masalahnya, dan kamu juga bisa tahu solusi-solusi yang ok buat mengatasi masalah ini.

Contohnya, ikut layanan Mentoring dari Satu Persen. Kalau mentoring kamu bukan cuman dapet konsultasi doang. Tapi kamu juga bisa dapet 1) Interpretasi psikotes, jadinya kamu tahu, kamu tuh orangnya kayak gimana. 2) Kamu bakalan dapet tugas dari mentornya. Tugas ini biasanya berupa worksheet, yang bisa kamu baca dan kamu isi. Dan ini udah banyak banget membantu klien-klien kami, kamu juga bisa liat testimoni-testimoni-nya, ada di link testimoni satu persen, atau di Instagram satu persen. 3) Dapat saran-saran dan pengetahuan baru. Biasanya, orang yang bermasalah di keterampilan sosial, itu justru masalahnya lebih dalam lagi dari itu. Dengan mentoring, kamu bisa tahu nih masalah-masalah lain.

Sekarang kamu udah paham tentang social skill adalah keterampilan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, kamu perlu banget mencoba menerapkan langkah-langkah yang Satu Persen bagikan untuk mengasah social skill kamu. Akhir kata, jangan lupa follow instagram @satupersenofficial untuk dapat update informasi seputar kesehatan mental dan pengembangan diri. Tonton juga penjelasan artikel ini dalam bentuk videonya ya.