Stress Salah Pilih Jurusan? Berikut Cara Mengatasinya (Tes Psikologi Jika Ingin Pindah Jurusan)

Buat para mahasiswa yang sedang berjuang menjalani perkuliahan online, bagaimana kabarmu hari ini? Senang? Bersemangat? Atau justru sebaliknya? Perkuliahan online memang kerap menghadirkan rasa jenuh, lelah, kebingungan, bahkan kesedihan yang mendalam. Banyak menghabiskan waktu di rumah tak jarang membuat kita merasa kesepian dan membawa kita untuk mempertanyakan banyak aspek dalam hidup kita. Salah satunya adalah “apakah jurusanku adalah pilihan yang tepat?” Jika jawaban dari pertanyaan sebelumnya adalah iya, kamu merasa jurusan yang kamu lalui tidak sesuai dengan ekspektasimu sebelumnya, tenang, kamu tidak sendirian. Nyatanya, kegalauan soal jurusan bukan hanya hadir di benak siswa-siswi SMA tahun akhir yang bersiap menentukan jurusan kuliahnya lho, tetapi juga di dalam benak mahasiswa-mahasiswi tanpa terkecuali. Jadi, jangan pernah menyangkal kegundahanmu itu.  Perasaanmu adalah hal yang wajar dan banyak solusi yang dapat kamu pilih untuk mengatasinya.

Apa sih tanda-tanda aku salah pilih jurusan?

Pertama-tama, kamu harus ingat bahwa kuliah, bahkan dengan jurusan yang sangat sesuai denganmu, tidak mungkin selalu menyenangkan. Tentu, kamu akan merasakan bosan, lelah, dan kesulitan. Semuanya itu adalah hal yang wajar. Oleh karena itu, sebelum terburu-buru merasa kamu salah jurusan saat mendeteksi perasaan-perasaan di atas, kamu harus dapat membedakan apakah kamu benar-benar merasa demikian karena salah pilih jurusan atau tidak. Berikut beberapa hal yang kemungkinan menandakan bahwa kamu salah pilih jurusan:

1. Kamu tidak dapat menjelaskan alasan mengapa kamu memilih jurusan tersebut

Memilih jurusan kuliah adalah pilihan yang personal. Pilihan ini bisa jadi banyak mempengaruhi masa depanmu. Oleh karena itu, seharusnya pilihan ini adalah pilihan yang kamu pikirkan dengan matang. Jika kamu mempertimbangkan pilihan ini dengan baik, tentu kamu akan sangat kenal alasan utama dari pilihanmu itu. Jika nyatanya kamu tidak memiliki alasan, atau menjadikan orang lain sebagai alasan utamamu, kamu patut mencurigainya. Jangan-jangan, kamu tidak benar-benar menginginkan jurusan yang sedang kamu jalani.

2. Kamu tidak tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan

Salah satu cara untuk menilai interest-mu terkait suatu hal adalah dari ketertarikanmu terhadap materi kuliah ataupun tugas-tugas yang diberikan. Iya, aku tahu, tidak ada tugas yang benar-benar menyenangkan. Namun, tentu, jika kamu benar-benar cocok dengan jurusan yang kamu pilih, kamu akan merasa berminat mendalami topik yang ditugaskan, bahkan ingin mengusahakan hasil yang terbaik. Jika kamu merasa tugas-tugas yang kamu hadapi selama ini hanya membawa beban, kamu patut curiga bahwa pilihan jurusanmu tidak benar-benar sesuai kemauanmu.

3. Jurusanmu benar-benar membuatmu tertekan

Tidak mungkin ada pilihan jurusan yang membuatmu selalu senang dan bahagia. Begitu pula sebaliknya, tidak ada jurusan yang membuatmu selalu sedih, tertekan, dan dalam keadaan yang sulit. Oleh karena itu, jika kamu benar-benar merasa perasaan negatif tersebut yang selalu hadir dalam perjalanan perkuliahanmu, mungkin ini adalah salah satu tanda kamu salah jurusan.

Photo by Anthony Tran on Unsplash

Kalau benar aku salah pilih  jurusan, harus apa?

Pertama-tama, jika kamu merasa salah pilih jurusan karena tidak sesuai dengan minat dan bakatmu, kamu harus sadar bahwa jurusan kuliah tidak selalu berhubungan dengan jalan hidup yang akan kamu pilih nantinya. Nyatanya, berdasarkan penelitian terbaru, dari 62% tamatan S-1, hanya 27% yang melanjutkan karir sesuai dengan jurusan kuliahnya. Artinya, meskipun kamu tidak merasa cocok dengan jurusan yang sedang kamu geluti dan memiliki bidang lain yang ingin ditekuni, kamu bisa saja menjalani keduanya dalam hidup ini. Kamu dapat mencoba eksplor berbagai opsi lain yang tersedia, mulai dari kuliah S-2 dengan jurusan yang kamu minati hingga langsung terjun ke lapangan ketika lulus nanti. Inti dari tahap ini adalah kamu berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya soal profil alumni jurusanmu maupun trackrecord dari orang-orang yang telah berhasil menggeluti bidang yang kamu minati.

Namun, jika kamu benar-benar merasa tidak cocok atau bahkan tertekan dengan pilihanmu, kamu dapat mempertimbangkan opsi pindah jurusan. Fakta juga menunjukkan bahwa lebih dari 50% mahasiswa pernah meragukan pilihan jurusan kuliahnya dan memutuskan untuk menggantinya. Jadi, jangan kecil hati jika merasa kamu harus menempuh jalan ini. Justru, kamu dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenali dirimu lebih baik lagi. Berikut beberapa tips yang dapat kamu pertimbangkan saat ingin memilih jurusan kuliah.

Belajar mengenali diri sendiri

Karena pilihan jurusan kuliah adalah salah satu keputusan yang menentukan, kamu harus benar-benar mengenali dirimu sendiri untuk dapat menentukan pilihan yang cocok untukmu. Tentu, kamu tidak ingin mengulangi kegagalan yang sama, bukan? Menurut Dana S. Dunn, Ph.D., seorang pakar positive psychology, ada beberapa pertanyaan yang dapat kamu lontarkan kepada dirimu sendiri untuk semakin paham diri. Pertanyaan-pertanyaan ini juga dapat ditanyakan atau dijawab dengan bantuan orang lain, mulai dari orang terdekat hingga tenaga profesional. Berikut pertanyaannya:

1. Apa saja bidang pelajaran yang menjadi kekuatanku?

Kamu bisa menjadikan mata kuliah yang telah kamu dapatkan di kampus sebagai contoh. Misalnya, kamu pandai menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan angka. Kamu mungkin akan cocok mengambil jurusan yang berkaitan dengan hal itu, seperti jurusan Matematika atau Statistika. Meskipun menentukan jurusan kuliah berdasarkan kekuatan bukanlah satu-satunya metode, kamu tentu akan sangat terbantu mendalami ilmu perkuliahan dengan bekal kemampuan yang mumpuni dalam bidang tersebut.

2. Apakah kamu suka bekerja sendiri atau di dalam kelompok?

Pertanyaan ini mungkin terkesan janggal karena di era ini, setiap orang dituntut untuk saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan. Kemampuan interpersonal memang tetap menjadi elemen penting dan harus tetap diusahakan untuk dikuasai. Meskipun demikian, ada beberapa jurusan nih yang mungkin akan lebih mengandalkan kerja kelompok atau kerja personal dalam prosesnya sehingga buatmu yang tidak cocok dengan salah satu diantaranya, bisa menjadikan aspek ini sebagai bahan pertimbangan.

Sebagai contoh, buat kamu yang suka bekerja dalam kelompok, mungkin akan lebih cocok mengambil jurusan kuliah Manajemen atau Bisnis. Sebaliknya, jika kamu lebih suka bekerja langsung dengan alat atau mesin dibandingkan manusia lain, kamu bisa mempertimbangkan jurusan Teknik atau Komputer. Dengan mempertimbangkan aspek ini, kamu dapat memastikan kamu nyaman dengan proses perkuliahan yang akan kamu jalani.

3. Apakah kamu dapat melihat dirimu sendiri bekerja di kantor? Apakah kamu dapat membayangkan dirimu bekerja di perusahaan besar atau perusahaan yang lebih kecil?

Pertanyaan ini menekankan elemen pilihan karir masa depan nih terhadap pilihan jurusan kuliahmu. Kalau kamu lebih suka bekerja secara remote, mungkin kamu dapat mempertimbangkan jurusan Komputer. Sebaliknya, jika kamu merasa ingin bekerja di tempat yang dekat dengan alam, kamu bisa mengambil jurusan yang bersesuaian, seperti Oseanografi, Pertanian, hingga Kehutanan. Rasa ketertarikan akan suatu iklim kerja juga dapat membawamu kepada pilihan-pilihan jurusan lain.

4. Apakah kamu suka bekerja dengan inisiatif atau dengan keteraturan?

Jika kamu suka bekerja dengan iklim yang fleksibel dan penuh dengan ide-ide baru, tentu kamu akan merasa sangat tersiksa jika harus mempelajari bidang ilmu yang penuh dengan keteraturan, seperti misalnya Ilmu Administrasi atau Akuntansi. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting untuk tahu suasana bekerja yang akan kamu rasakan baik selama proses perkuliahan maupun saat bekerja.

5. Apakah ada hal-hal yang membuatmu tertekan? Apakah hal tersebut terkait dengan suatu jurusan tertentu?

Tentu, jika buatmu sulit untuk menentukan hal-hal yang kamu sukai, mungkin akan jauh lebih mudah untuk mengeliminasi hal-hal yang tidak kamu sukai. Jika kamu tidak suka menggambar, tentu kamu mungkin tidak akan memilih jurusan Desain. Atau, jika kamu merasa tertekan jika harus menghafal, kamu mungkin akan menghindari jurusan Kedokteran atau Hukum.

Semakin dalam mengenali diri melalui tes psikologi

Tentu saja, menentukan judgement hanya berlandaskan penilaian pribadimu tidaklah cukup. Mungkin saja ada banyak hal yang tidak dapat kamu nilai secara akurat karena sudut pandangmu terbatas. Oleh karena itu, tes psikologi hadir untuk membantumu mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh soal minat dan kemampuanmu. Kamu bisa menjadikannya sebagai salah satu tools yang hasilnya dapat kamu pertimbangkan. Ini dia beberapa tes psikologi yang dapat kamu manfaatkan:

1. Myers-Briggs Type Indicator

"MBTI, kan, tes tipe kepribadian, mengapa dapat membantuku menentukan jurusan kuliah?" Tentu saja buat kamu yang ingin menentukan pilihan jurusan berdasarkan tipe kepribadian, ini akan menjadi opsi yang baik. Dengan semakin mengenali karaktermu, kelebihan dan kekurangan, serta kecenderungan yang kamu miliki dalam bekerja, kamu dapat mendapatkan tambahan masukan nih soal jurusan yang akan kamu pilih. Tak hanya itu, kamu juga dapat melihat kolom “Career Path” juga akan semakin membantumu mendapatkan lebih banyak gambaran. Nah, kebetulan Satu Persen menyediakan Tes Kepribadian Gratis, lho!

2. Career Motivation Test

Berbeda dengan pendekatan MBTI, tes motivasi karir hadir buat kamu yang ingin memilih jurusan berdasarkan peluang karir di masa depan. Tes psikologi untuk menentukan jurusan kuliah ini akan membantumu mengetahui nilai-nilai yang kamu pegang dalam menentukan karir di masa depan. Apakah kamu mementingkan kondisi finansial yang baik, kemandirian, atau ekspresi kreatif? Hasil dari motivasi ini dapat kamu kaitkan dengan profesi tertentu yang kemudian dapat kamu hubungkan dengan pilihan-pilihan jurusan kuliah yang tersedia.

3. Strong Interest Inventory Test (CPP, Inc)

Dengan tes ini, kamu dapat menilai tindakan yang benar-benar menarik buatmu dan yang tidak. Rasa ketertarikan ini nantinya akan dikaitkan dengan profesi-profesi tertentu yang telah ada. Berbeda dengan kedua tes sebelumnya yang dapat kamu ambil secara mandiri, tes ini sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang sudah mendapatkan sertifikasi dari CPP, Inc, penyusun tes ini.

Setelah mengambil tes psikologi ini selama 30 menit, kamu akan mendapatkan hasil dalam 6 aspek: general occupational themes atau salah satu dari enam tipe pekerjaan yang sesuai denganmu, basic interest scales atau ketertarikan utamamu terhadap kegiatan, proyek, dan pekerjaan tertentu, occupational scales atau bagian berisi daftar pekerjaan yang sesuai dengan minatmu, serta personal styles scales atau preferensi yang kamu miliki soal iklim kerja dan belajar.  Menarik bukan tes psikologi untuk menentukan jurusan kuliah satu ini?

4. Skills assessments and intelligence tests

Tentu saja, selain ketertarikan yang mendalam terhadap bidang tersebut, kamu juga harus menilai apakah kemampuan yang kamu miliki dapat menunjang perkuliahanmu dalam jurusan tertentu. Karena itu, kamu juga harus mengambil tes kemampuan yang umumnya terdiri dari kemampuan verbal, numerik, logika bangun ruang, logika teknik, kreativitas, dan sebagainya. Tes ini umumnya diselenggarakan oleh lembaga profesional. Nantinya, hasil ini akan disesuaikan dengan tes sebelumnya, untuk merumuskan rekomendasi jurusan yang cocok untukmu. Dengan keempat tes psikologi untuk menentukan jurusan kuliah ini, semoga kamu mendapatkan gambaran yang lebih baik soal dirimu, ya

Cobalah membuka diri terhadap saran dan tanggapan orang lain

Setelah kamu berhasil mengenali diri dan menentukan jurusan yang sesuai, kamu perlu juga untuk meminta saran dan tanggapan dari orang-orang terdekat, seperti orang tua, kakak, dan orang terdekat lainnya. Sebabnya, orang yang lebih tua sudah pernah melewati masa-masa yang kita lewati, meskipun kondisinya mungkin tidak persis sama. Orang-orang terdekat kita juga mengenali diri kita secara personal sehingga mengharapkan yang terbaik untuk diri kita. Seringkali kita melupakan tahap ini karena merasa pilihan kita sudah tepat.

Kamu dapat bertanya kepada mahasiswa ataupun lulusan dari jurusan yang ingin kamu masuki soal pengalaman yang didapatkannya selama berkuliah atau selepas lulus agar mendapatkan lebih banyak gambaran soal dunia baru yang akan kamu masuki. Kamu juga bisa berbagi dengan orang tua soal pandangan mereka tentang keputusanmu. Tentu, ketika kamu dan keluarga sudah saling percaya dengan keputusan terbaik yang kamu buat, hasilnya akan menjadi sangat baik.

Poster-Webinar-3

Perjalanan merangkai masa depan memang tidak mudah. Semoga sederetan tips dan tes psikologi untuk menentukan jurusan kuliah di atas dapat membantumu lebih baik mengenali diri dan membuat keputusan. Kamu suka khawatir berlebihan memikirkan masa depan? Yuk, untuk mengatasi gundahmu, cek video Satu Persen soal itu! Atau, kamu masih galau soal masa depan, terutama soal memilih antara passion dan uang? Kamu bisa baca artikel Satu Persen yang mengupas tuntas hal itu di sini. Lengkap banget, ya, artikel Satu Persen? Yes, jadi jangan pernah lupa untuk cek artikel-artikel lainnya! Semoga artikel ini dapat membantumu menentukan pilihan lebih baik, setidaknya Satu Persen setiap harinya, menuju hidup seutuhnya. Ciao!

Referensi

Doyle, A. (2019, December 8). Personality Tests to Help You Pick the Right Career. Retrieved October 22, 2020, from https://www.thebalancecareers.com/career-personality-test-jobs-2058713

Dunn, D. (2017, June 12). Choosing a College Major. Retrieved October 22, 2020, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/head-the-class/201706/choosing-college-major

McKay, D. (2018, August 20). How to Use an Interest Inventory to Choose the Right Career. Retrieved October 22, 2020, from https://www.thebalancecareers.com/the-strong-interest-inventory-526173

Sumber foto

https://unsplash.com/photos/3B6RfJQKBEM